Tampilkan postingan dengan label copas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label copas. Tampilkan semua postingan

17 Desember, 2009

Album Kompilasi Gratis dari Spin.com


Spin[dot]com bagi-bagi album gratis. isinya 10 lagu dari 10 artis yg mereka ramalkan akan bersinar di tahun 2010. cara mendapatkan album ini mudah, kita tinggal menuliskan alamat e-mail kita dan nanti kita akan diberikan link untuk kita bisa mendownloadnya. jika berminat, silahkan menuju halaman ini, atau bisa langsung download dari link ini.

inilah susunan lagu dari album tersebut.

01. FREE ENERGY

"Dream City"

Hometown: Philadelphia

The Skinny: Produced by LCD Soundsystem's James Murphy (and released by his label, DFA, in conjunction with Astralwerks), Free Energy is as replete with cowbells, Thin Lizzy riffs, and soaring choruses as it is devoid of ironic winks.


02. THE SOFT PACK

"Answer to Yourself"

Hometown: San Diego

The Skinny: If "garage rock" connotes beer-soaked simplicity (or beer-soaked simpletons), then the Soft Pack -- known as the Muslims when their jagged, catchy single "Extinction" pricked up ears last year -- may reclaim the term for smart kids.


03. REVOCATION

"ReaniManiac"

Hometown: Boston

The Skinny: The band's furious second album is an imposing slab that bridges the gap between Slayer-style thrash and Pantera's vicious bounce. The simultaneously brawny and brainy sound has led to burgeoning guitar-hero status for David Davidson.


04. COLD CAVE

"Life Magazine"

Hometown: New York

The Skinny: Former frontman of blood-vessel-bursting hardcore acts Give Up the Ghost and Some Girls crafts a collection of brooding pop that could be mistaken for a swarthier Magnetic Fields.


05. THE xx

"Basic Space"

Hometown: London

The Skinny: On top of sexy, melodic moodscapes, Romy Madley Croft and Oliver Sim, both 20, sing about reckless longing in the kind of soft, intimate whispers lovers use behind closed doors.


06. FINAL FANTASY

"Lewis Takes Action"

Hometown: Toronto

The Skinny: Heartland, the new album from rail-thin singer and multi-instrumentalist Owen Pallett (who's arranged music for Pet Shop Boys and Grizzly Bear), is an expert melding of gossamer pop and explosive symphonic maneuvers.


07. FOXY SHAZAM

"Bye Bye Symphony"

Hometown: Cincinnati, Ohio

The Skinny: On the sextet's self-titled major-label debut, power ballad "Bye Bye Symphony" kicks like a mule and glitters like a diamond. Bonus: Frontman Eric Nally is teaming with the Darkness' Justin Hawkins to write new songs for Meat Loaf!


08. NNEKA

"Uncomfortable Truth"

Hometown: Warri, Nigeria

The Skinny: Concrete Jungle, Nneka's debut Stateside release, would sound like a starmaker in any language. Spurred on by poignant piano and crisp drum breaks, Nneka's voice (think a less spacey Erykah Badu) alternates between righteously bold and heartbreakingly fragile.


09. J. COLE

"Lights Please"

Hometown: Fayetteville, North Carolina

The Skinny: Jay-Z invited Cole, the first artist signed to Hova's newly formed Roc Nation label, to drop a guest verse on The Blueprint 3's aptly titled "A Star Is Born." Cole is working on his upcoming as-yet-untitled debut with producer No I.D. (Kanye West, Alicia Keys).


10. NEON INDIAN

"Deadbeat Summer"

Hometown: Austin, Texas

The Skinny: Full of danceable beats, carefree vocal melodies, and synth atmospherics inspired by Vangelis' Blade Runner score, Alan Palomo's debut album as Neon Indian, Psychic Chasms, plays like '80s pop refracted through a, yes, neon filter.

The 20 Best Videos of 2009 menurut spin.com


ini list diambil dari spin[dot]com [14 Desember 2009]


20. Lady Gaga, "Bad Romance"
Directed by Francis Lawrence

19. Death Cab for Cutie, "Little Bribes"
Directed by Ross Ching

18. The xx, "Crystalised"
Directed by Alex Flick and Masato Riesser

17. UCB featuring Wale, "Pat Your Weave"
Directed by Rik Cordero

16. Beck and Charlotte Gainsbourg, "Heaven Can Wait"
Directed by Keith Schofield

15. Yeah Yeah Yeahs, "Heads Will Roll"
Directed by Richard Ayoade

14. Handsome Furs, "I'm Confused"
Directed by Scott Coffey

13. The Dead Weather, "Treat Me Like Your Mother"
Directed by Jonathan Glazer

12. Yeasayer, "Ambling Alp"
Directed by Radical Friend

11. Bat for Lashes, "Daniel"
Directed by Johan Renck

10. Depeche Mode, "Wrong"
Directed by Patrick Daughters

09. She & Him, "Why Do You Let Me Stay Here?"
Directed by Mark Webb

08. Manchester Orchestra, "Shake It Out"
Directed by Isaac Rentz

07. Chairlift, "Evident Utensil"
Directed by Ray Tintori

06. The Avett Brothers, "Slight Figure of Speech"
Directed by Jody Hill

05. Major Lazer "Pon de Floor"
Directed by Eric Wareheim

04. Nyle, "Let the Beat Build"
Directed by Chadd Harbold

03. Fever Ray, "When I Grow Up"
Directed by Martin de Thurrah

02. Brat Pack's mashup of Phoenix's "Lisztomania"
Directed by Sarah Newhouse

01. Matt & Kim, "Lessons Learned"
Directed by Taylor Cohen and Otto Arsenault

*untuk video yang nomor satu, kalo misalnya itu dibuat sama orang Indonesia, pasti bikin geger n kena cekal.. hahaha,, parah!!*


*diambil secara semena-mena dari
sini*

10 Februari, 2009

Istilah-istilah


Di salah satu buku yang beberapa hari yang lalu saya beli, yakni buku “Cara Pinter Bikin Film Dokumenter” karangan Fajar Nugroho, saya mendapati beberapa istilah-istilah yang baru saya ketahui artinya. Berikut beberapa diantaranya.


  • Art Director, sebutan bagi pengarah seni artistik dari sebuah produksi.

  • Broadcaster, sebutan bagi seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran.

  • Blocking, penempatan obyek yang sesuai dengan kebutuhan gambar.

  • Bridging Scene, adegan perantara di antara adegan-adegan lainnya.

  • Back Light, penempatan lampu dasar dari sudut belakang obyek.

  • Bumper In, penanda bahwa program acara TV dimulai kembali setelah iklan komersial.

  • Bumper Out, penanda bahwa program acara TV akan berhenti sejenak karena terdapat iklan komersial.

  • Croma Key, sebuah metode elektronis yang melakukan penggabungan antara gambar video yang satu dengan gambar video lainnya di mana dalam prosesnya digunakan teknik key colour yang dapat diubah sesuai kebutuhan foreground dan background.

  • Cutting on Beat, pemotongan gambar berdasarkan tempo.

  • Clip Hanger, sebutan bagi adegan atau gambar yang akan mengundang rasa ingin tahu penonton tentang kelanjutan acara, namun harus ditunda karena ada jeda iklan.

  • Camera Blocking, penempatan posisi kamera yang sesuai dengan kebutuhan gambar.

  • Clear Com, sebutan bagi penggunaan header audio yang dihubungkan dengan ruang master control.

  • Crazy Shot, gambar yang direkam melalui kamera yang tidak beraturan.

  • Cross Blocking, penempatan posisi obyek secara silang sesuai dengan kebutuhan gambar.

  • Crane, katrol khusus untuk kamera dan pinata kamera yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah.

  • Clip On, mikrofon khusus yang dipasang pada obyek tanpa terlihat.

  • Dimmer, untuk mengontrol naik turunnya intensitas cahaya.

  • Dissolve, teknik penumpukan gambar pada editing maupun syuting multi kamera.

  • Establish Shot, gambar yang natural dan wajar.

  • Footage, gambar-gambar yang tersedia dan dapat digunakan.

  • Hand Held, teknik penggunaan kamera dengan tangan tanpa tripod.

  • Jumping Shot, proses pengambilan gambar secara tidak berurutan.

  • Jimmy Jib, katrol kamera otomatis yang digerakkan dengan remote.

  • Logging, mencatat time code.

  • Master Shot, gambar pilihan utama dari sebuah adegan yang kemudian dijadikan referensi atau rujukan pada saat melakukan editing.

  • Off Line, proses editing awal untuk memilih gambar terbaik dengan time code dari berbagai stock shot sesuai dengan kebutuhan adegan.

  • On Line, proses akhir editing untuk menyempurnakan, mempercantik dan memperindah gambar setelah melalui proses off-line.

  • Panning, pergerakan horizontal kamera dari kiri ke kanan atau pun sebaliknya.

  • Stock Shot, berbagai bentuk gambar yang diciptakan untuk dijadikan pilihan pada saat gambar-gambar tersebut memasuki proses editing.

20 Januari, 2009

Puisi Oomleo

Ketika gue beberes laci meja, ga sengaja nemu robekan majalah Trax yang jaman dulu (entah edisi keberapa, gue lupa). Robekannya pas di rubrik “lunatic poem”. Kalo sekarang gue ga tau deh masih ada rubrik ini kaga di majalah Trax (dulu namanya Mtv Trax). Karena sekarang gue dah ga pernah beli lagi. Padahal dulu pas SMA tiap bulan gue pasti beli, tapi ngecer kaga langganan.

Nah di robekan (rubrik lunatic poem) itu, ada puisi bikinan Oomleo. Di situ sih ditulisnya “lunatic poetry”. Puisi buatan Oomleo ini cukup gila, malah mungkin dibilang aneh. Tapi gue sih menikmati puisinya. Setidaknya bisa bikin gue tertawa terbahak-bahak, yah minimal senyum-senyum deh. Dari beberapa puisi yang sempet gue simpen, ada satu yang pengen gue unjukin ke kalian semua. Mungkin ada yang pernah baca sebelumnya. Ini dia puisinya...


“KETIKA KAU CIUM MESRA SEL*****NGAN MILIKKU”


Pagi itu, aku terbangun..

Seluruh dunia seperti menatapku


Tiada bintang di langit,

Tiada hujan di awan..


Hanya aku seorang diri..

Duduk dalam ketermenungan,

Hanya kicau burung ababil..


Tak terasa,

Sudah dua bulan aku menanti kehadiranmu..


Kembali..

Di sisiku.


Tiba-tiba,

Suara gemuruh melanda..

Menerjang,.. menerkam!

Kucoba untuk menengok ke luar jendela..


Astaga!

Sebuah patas AC jurusan blok m – cibinong..

Meluncur deras ke arah pintu rumahku..

Dalam kecepatan tinggi [kira-kira 240 km/jam]


Tanpa supir, tanpa kondektur..

Hanya sebuah patas AC yang penuh sesak oleh penumpang yang kebingungan,

Karena mereka baru sadar..

Bahwa patas AC tersebut tidak memiliki supir dan kondektur..


Sayup-sayup kudengar..

Jerit pasrah penumpang..


Salah satu penumpang berteriak:

“gila...!!! pas’ tadi gua nyetopbis ini di depan pancoran,

Supir ama kondekturnya masih ada..!!!

Eehh.. sekarang udah kagak ada!!”


Lalu ada salah satu penumpang yang menjawab:

“eh, elu masih lumayan.. tadi pagi gua mau beli minyak tanah..

Eh, tiba-tiba gua ada di dalam bis kota!!

Padahal uang gua cuma cukup buat beli minyak tanah..

Mmm, eh.., elu mau minjemin gua duit buat bayar bis kagak?

Minggu depan gua kembali’in deh..”


Ya ampun..

Pikirku dalam hati..

Kira-kira 5 meter lagi..

Bis tersebut akan segera menghantam pintu rumahku..

Seluruh penumpang terlihat sangat panik..


Tetapi aneh.. sungguh aneh,

Sudah 13 jam berlalu.. tetapi,

Bis tersebut belum juga menabrak pintu rumahku..

Aku pasrah.. aku rela..

Menunggu saat-saat mendebarkan..


Cukup lama bagiku untuk menunggu,

tetapi, aku harus mandi sore terlebih dahulu..


kubuka baju..

kubuka celana..

celana dalam juga kubuka..


tetapi, ketika kulepas celana dalamku..

aku terpeleset minyak goreng..

bekas menggoreng ikan asin..

aku terjerembab, terbanting ke lantai yang licin..


celana dalamku terlempar ke luar jendela..

tepat pada saat itu, seorang satpam sedang berkendara keliling komplek,

menggunakan sepeda federal type mountain bike, produksi tahun 1989…


dan kemudian..

“GUBRAKK”

Satpam tersebut menabrak tiang listrik..

Dengan celana dalamku..

Melekat erat di wajahnya..


Aku kaget luar biasa..

Jiwa humanis-ku berkata:

“aku harus menolong satpam tersebut..”


Dalam keadaan telanjang bulat,

Aku berlari-lari menuju ke arah tiang listrik..

TKP tragedi satpam naik federal tersebut..


Ketika aku hendak menolongnya,

Tiba-tiba..

“GUSRAKK”

Suatu benturan keras terjadi tepat di atas pohon nangka,

Di samping rumah pak haji robinson..


Aku terperanjat!!

Aku kaget


Karena..

Ada gatotkaca nyangkut di pohon nangka.

Gatotkaca tersebut hendak pulang ke kahyangan,

Tetapi saat berada di awan, ia pingsan terkena lapisan ozon,

Dan terjatuh dari angkasa,

Tepat di atas pohon nangka..


Aku bingung harus menolong siapa terlebih dahulu..

Apakah menolong satpam federal.., ataukah menolong gatotkaca?


Di saat aku bingung berpikir, tiba-tiba..

Gatotkaca terjatuh dari pohon nagka.


Ia menimpa diriku,

Gatotkaca terjatuh tepat di bagian selangkangan milikku..

Gatotkaca tewas seketika..

Tetapi,

Sebelum ia tewas..

Ia sempat mencium mesra selangkanganku..


Karena selangkangan milikku berbau tidak sedap..

Ia langsung tewas seketika


Bagaimana nasib bis patas AC tersebut?


Ternyata supir bis dan kondektur segera kembali..

Untuk mengendalikan keadaan..

Sehingga, bis patas AC langsung bisa diselamatkan..


Tetapi sungguh sial..

Tak lama kemudian bis tersebut ditilang polisi..


..salah seorang polisi yang bertugas..,

Tanpa sengaja, menyalakan rokok di dekat tangki solar bis patas AC tersebut,

..lalu dan maka bis tersebut meledak..

Seluruh penumpang, supir, kondektur bis dan pak polisi..

Semuanya!

..tewas seketika.


Satpam yang menabrak tiang listrik juga tewas..


Dipukuli istrinya.. yang marah..

Karena melihat pak satpam tidur di dekat tiang listrik,

Sambil memakai topeng celana dalam yang bukan miliknya secara pribadi..


Mungkin dah pada tau sapa Oomleo ini sebenarnya. Tapi kalo misalnya kaga tau juga gapapa kok, santey aja ama gue mah. Kalo pada nganggep dia itu salah satu anggota Power Rangers, tentu ente salah. Jadi Oomleo ini adalah salah satu personil dari Goodnight Electric. Tau kan Goodnight Electric? Masih kaga tau juga. Gapapa juga, kaga dosa lagian juga.

Nah konon katanya Oomleo ini aslinya bernama Angga. Tapi gue juga kaga tau pasti, lha wong gue juga belom pernah nanya ke dianya langsung. Dan orang ini, dulu pernah nulis buku, yang judulnya “DISKONEK (Segambreng Tulisan Nggak Nyambung)”. Mungkin puisi di atas ada juga di buku itu. Gue juga kaga tau dah. Kalo pengen tau kaya apa orangnya, nih gue kasih liat potonya yang gue ambil dari sini.




31 Desember, 2008

Pemimpin Muda

Ketika jalan-jalan di ranah maya, tak sengaja saya menemukan berita ini..
Inspirasi Seorang Walikota Muda
Author : Rizka Azizah

VIVAnews - Kota yang dipimpin oleh seorang walikota berusia diatas 40 tahun adalah hal wajar. Namun, jika ada kota yang bersedia untuk dipimpin oleh seorang walikota yang baru berusia 19 tahun, itu baru luar biasa. Cukup unik memang.

Namun hal tersebut nyata terjadi disebuah kota kecil yang terletak di negara bagian Amerika Serikat bernama Oklahoma. Kota tersebut bernama City of Muskogee, yang baru saja memilih walikota baru, bernama Mayor John Tyler Hammens.

Terpilihnya walikota berusia 19 tahun tersebut memang cukup mengejutkan dunia. Maklum, selain usianya yang masih sangat muda, Mayor John Tyler juga baru saja menyelesaikan tahun pertamanya sebagai mahasiswa Ilmu Politik di Universitas Oklahoma.

Mungkin, jika itu terjadi di kota- kota lain seperti yang ada di Jawa Timur, atau kota- kota lain yang ada di Indonesia, hal tersebut akan menjadi bahan tertawaan. Kaum muda seusia itu dinilai masih terlalu dini dan belum pantas untuk bisa memimpin sebuah kota di Indonesia.

Awalnya, saya sangat penasaran dengan sosok walikota muda tersebut. Beberapa informasi tentangnya hanya saya dapatkan lewat media massa, baik dari buku, surat kabar, televisi serta internet. Informasi tersebut tidak membuat saya langsung ‘percaya’ bahwa seseorang yang masih berusia 19 tahun dapat dipercaya oleh masyarakat kota Muskogee untuk memimpin sebuah kota.

Bahkan, kaum senior yang mempunyai lebih banyak pengalaman dibidang politik juga bersedia memilih John Tyler Hammens untuk memimpin Kota Muskogee. Sungguh hebat namun masih terkesan tak masuk akal bagi saya.

Namun, presepsi saya tentang sosoknya yang masih muda itu berubah saat saya diberi kesempatan untuk bertemu dan berdialog langsung dengannya. Kesempatan tersebut saya dapatkan lewat program International Visitor Leadership Program (IVLP) yang saya ikuti di Amerika Serikat.

Program tersebut adalah program tahunan yang diadakan oleh Departement of State untuk bisa meningkatkan pengertian dan kerjasama antar dua negara, yaitu antara Amerika dan Indonesia. Bersama 10 orang mahasiswa seluruh Indonesia yang juga mewakili Duta Muda ASEAN- Indonesia, saya ditugaskan untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Beberapa jadwal kunjungan serta diskusi telah disiapkan oleh pihak penyelenggara. Salah satunya adalah kunjungan ke Muskogee City Hall di Oklahoma, untuk berdialog dengan Mayor John Tyler Hammens, seorang pemuda berusia 19 tahun, yang baru saja terpilih sebagai walikota Muskogee.

Sosoknya yang muda, ganteng serta enerjik menjadi magnet tersendiri saat pertama kali bertemu dengannya. Ditambah dengan sikapnya yang ramah saat menyambut delegasi Indonesia.

Dalam dialog yang membahas tentang keberhasilannya menjadi walikota Muskogee dalam usia yang masih sangat muda, saya baru menyadari betapa cerdasnya John Tyler.

Meskipun masih muda, ia mampu menangani suasana diskusi dengan baik. Ia tidak saja menjadi komunikator yang terus berbicara, namun juga secara komunikatif dan interaktif, dan mengajak saya dan teman- teman untuk bertukar pikiran. Sehingga, topik politik yang biasanya identik dengan generasi pendahulu, menjadi topik yang menyenangkan untuk didiskusikan bagi kaum muda.

Pertemuan dengan walikota muda tersebut sangat membekas di hati saya dan juga teman- teman. John Tyler memang sangat cerdas. Beberapa pertanyaan yang kami ajukan dijawabnya dengan memuaskan, tanpa ada kesan menggurui.

Pada saat pemilihan Walikota Muskogee, John Tyler harus bersaing dengan kandidat lain yang usianya lebih senior serta memiliki pengalaman yang juga lebih banyak darinya.

Namun, kemenangannya sebagai walikota Muskogee tidak lantas membuat John Tyler menjadi sombong. Dengan rendah hati, ia menyatakan, bahwa ia ingin membuat perubahan yang inovatif untuk kota kecil Muskogee, sebagai kota yang sangat ia cintai, tanpa melupakan kontribusi dari kalangan manapun, termasuk generasi pendahulu.

John Tyler memang pantas menjadi walikota. Selain cerdas, ia juga pintar membawa diri. Ia tahu bagaimana harus bersikap, saat berada ditengah- tengah pemuda, yang tentu saja berbeda saat ia harus berhadapan dengan kalangan pejabat yang usianya relatif lebih tua darinya.

Ia merupakan sosok inspiratif bagi semua pemuda di Indonesia, bahkan didunia. Prestasinya sebagai walikota termuda didunia memang patut dibanggakan.

Ia telah membuktikan pada dunia, bahwa meskipun masih muda, ia mampu menjadi pemimpin yang disegani semua rakyatnya. Jika biasanya pemuda hanya diidentikkan dengan kegiatan negatif yang sifatnya hura- hura, maka John Tyler mampu mengubah stereotip tersebut. Ia mampu menunjukkan, bagaimana seseorang yang masih muda bisa memimpin sebuah kota.

Saya sangat mengagumi sosok John Tyler sekaligus mengagumi kota Muskogee. Kota tersebut memang hanyalah kota kecil. Namun, tata kotanya sangat tertata rapi. Sejak awal kedatangan, saya hampir tidak pernah melihat adanya sampah secuil pun dijalan. Udaranya juga bersih dan asri.

Masyarakatnya juga lebih menyukai budaya jalan kaki ketimbang menggunakan kendaraan bermotor. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat Muskogee yang berjalan di trotoar berukuran lebar dengan langkah yang cukup cepat.

Sungguh kondisi yang positif dari sebuah kota. Hal tersebut pastinya tidak luput dari kontribusi yang diberikan oleh pemerintah kota Muskogee, termasuk kerjasama yang baik antara John Tyler sebagai walikota bersama dengan beberapa stafnya.

Kerjasama yang terlihat dalam pemerintahan kota Muskogee adalah kerjasama yang kompak, dimana antar pemimpin dan staf saling mendukung satu sama lain, serta kerjasama saling mengisi tanpa memandang usia, demi kemajuan kota Muskogee. Sehingga tak heran jika kota Muskogee mengalami kemajuan yang cukup pesat, meskipun termasuk kota kecil.

Sebagai walikota Muskogee, John Tyler terbilang cukup bijaksana. Ia mampu menyesuaikan diri dengan semua kalangan. Sebagai pemimpin muda, ia mempunyai banyak sikap positif yang patut dijadikan contoh bagi semua generasi, terutama untuk generasi muda.

Salah satu hal yang menarik adalah keinginannya untuk memberikan perubahan bagi kota Muskogee, dimana perubahan tersebut diwakili oleh sosoknya sebagai pemuda, yang dapat mencakup segala aspek dalam masyarakat. Ia menambahkan, bahwa majunya sebuah kota tidak luput dari rasa saling percaya antara generasi muda dan generasi pendahulu.

Keberhasilannya dalam memimpin kota Muskogee juga tidak lepas dari kontribusi dan masukan dari berbagai pihak, terutama dari generasi pendahulu. Selain kerjasama yang baik antara dua generasi, ia juga mengatakan bahwa untuk menghasilkan sebuah prestasi, diperlukan proses yang panjang.

Artinya, keberhasilan sebuah kota bukanlah suatu hal yang dapat dicapai dengan cara yang instant, namun harus bertahap dan melewati proses panjang yang berliku. Tentunya proses tersebut tidak akan luput dari kesalahan- kesalahan. Namun, dari kesalahan itulah maka kita akan belajar untuk lebih bijaksana.

Hal tersebut rasanya patut dijadikan contoh, dimana seorang pemuda berusia 19 tahun mampu memberikan perubahan yang inovatif, dengan menjadi seorang walikota termuda didunia. Sungguh sebuah terobosan yang hebat!

Beberapa pernyataan yang disampaikan oleh John Tyler dapat dijadikan acuan bagi kaum muda, terutama untuk memajukan sebuah kota besar seperti Surabaya. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, sudah saatnya pemimpin Surabaya membuat perubahan inovatif seperti yang dilakukan oleh Mayor John Tyler Hammens sebagai walikota Muskogee. Kerjasama yang baik antara dua generasi juga menjadi hal yang sangat penting dalam memajukan kota Surabaya.

Sudah saatnya pula, generasi pendahulu dengan generasi muda saling bekerjasama, saling mendukung satu sama lain serta tidak saling menyalahkan demi memajukan kota Surabaya. Generasi muda sudah seharusnya tidak dipandang sebelah mata oleh generasi pendahulu.

Jika masing- masing generasi memahami akan fungsinya, maka sebagai warga kota Surabaya, saya sangat yakin bahwa kota Surabaya akan semakin maju. Jika John Tyler yang masih muda saja mampu memberikan perubahan yang inovatif bagi kotanya, maka saya-pun yakin bahwa pemerintah kota Surabaya juga bisa melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik. Tentunya, dengan tidak melupakan kontribusi serta peran generasi muda Surabaya yang sebenarnya punya banyak potensi.

Sudah saatnya Surabaya berubah menjadi lebih baik, salah satunya dengan menggunakan potensi yang dimiliki oleh kaum muda. Sehingga, yang muda sudah saatnya untuk tidak dipandang sebelah mata… (reeskamania@yahoo.com)


kira-kira di Indonesia tjinta ini bisa terjadi hal yang seperti ini pula tidak ya?

 
Template by suckmylolly.com - background image by elmer.0