Tampilkan postingan dengan label pujangga amatiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pujangga amatiran. Tampilkan semua postingan

27 Januari, 2009

Lelaki Yang Jahat Di Hari Selasa

Senin

Memukuli seseorang yang kutemui ketika berada di rumah tetanggaku pada pukul 02:00 (dini hari).


Selasa

Membantu ibu belanja keperluan sehari-hari di pasar swalayan seorang diri.


Rabu

Mencuri uang tabunganku dan memberikannya kepada ibuku.


Kamis

Dengan sengaja merebut makanan adikku dan membuangnya ke tempat sampah, sehingga adikku menangis tersedu-sedu.


Jum’at

Membunuh seekor anjing yang masuk ke pekarangan rumahku, dan lalu membakarnya.


Sabtu

Tidak menepati janji untuk datang ke pertemuan yang diadakan teman-teman terdekatku.


Minggu

Menghancurkan koleksi film-film salah satu teman terdekatku dan tidak mengakuinya.


Sebuah kebenaran kadangkala tidak tampak ketika potongan-potongan fakta tidak tersampaikan secara menyeluruh. Sebuah seni dalam menjalani kehidupan.


Kamar yang masih tetap kacau

Selasa 05 Juni 2007 12:30

13 Desember, 2008

Kata Sakti

Mengapa harus takut untuk berbuat semaunya?
Takut pada siapa?
Masyarakat?
Atau pada sereorang yang akan dirugikan?

Tenang
Aku sudah punya sebuah senjata untuk menghadapinya
Hanya sebuah kata
Disertai penjiwaan yang kadang hanyalah topeng

MAAF
Iya..
MAAF

Hanya MAAF

Persoalan selesai
Ada yang tidak menerima?
Dialah pihak yang tercemooh
Dia menjadi antagonisnya

Sekolah itu Mahal

Aku ingin sekolah
Siapkan uangmu!

Aku sedang sekolah
Mana uangmu?

Aku ingin lulus sekolah
Apakah kau masih punya uang?

10 Desember, 2008

Menjadi Orang Bodoh

Kata orang tuaku, semua anak harus sekolah.
"Supaya pintar", alasan mereka.

Aku tidak ingin pintar.
Maka aku tidak mau sekolah.

Menjadi pintar, nanti hanya menyengsarakan orang lain.
Televisi sering menceritakannya.

Aku menjadi orang bodoh saja.
Tidak merugikan orang lain.

Dan menjadikan orang lain pintar.
Tidak ada orang pintar jika orang bodoh tidak ada.

27 November, 2008

Tai Kucing Rasa Coklat?

ketika engkau menawarkan padaku, "ini tai kucing rasa coklat".
aku menolaknya. karena itu biarpun berasa coklat, tetap saja itu tai kucing.

lain waktu kau berkata padaku, "ini coklat rasa tai kucing".
aku hanya berkata, "memangnya kau tau rasanya tai kucing?"

12 November, 2008

Kami Melawan!!

Ah... ini hanya lika-liku organisasi kampus
Tentang peran perwakilan yang diselewengkan
Tentang kebenaran yang disimpan di laci terdalam
Tentang beralihnya arah perjuangan

Ah... ini hanya lika-liku organisasi kampus
Ketika ada penghasutan agar timbul ketakutan
Ketika ada tekanan agar kami gentar
Ketika ada usaha pembungkaman suara-suara lantang

Ah... ini hanya lika-liku organisasi kampus
Saat kami dipersalahkan
Saat semua menjadi robot yang terprogram
Saat semua hanya lapar keuntungan dan kedudukan

Ah... ini hanya lika-liku organisasi kampus
Itu mungkin kata orang
Tapi ini jalan yang kami pilih
Karena bagi kami ini adalah kewajiban
Melawan tiran kekuasaan

12112008
^untuk semua kawan di LPM Pro Justitia yang masih bertahan^

Bersama Di Dunia

berkendara di jalan raya, layaknya berjudi..
meski siap, kita belum tentu selamat sampai tujuan..
kecerobohan orang lain dapat kita rasakan pula akibatnya..
kita tidak sendiri di dunia ini..
memikirkan diri sendiri itu menyenangkan, memikirkan orang lain itu keharusan..

Ini Hari Minggu Di Pagi Hari

tak kulihat antrian di kamar mandi
lorong jalan masih sepi
tapi ada sepi yang tak membuat kenyang
adalah sepiring nasi untuk 100 orang

di hari ini tak ada kuliah
hanya ada manusia berlari pagi
karena udara segar dan menyenangkan
jika kita makan nasi 5 piring
itu bukanlah menyenangkan
hanya mengenyangkan

pagi ini ku masih teronggok di atas dipan
karena mataku masih terpejam
istirahat tenang di sebuah kamar kos-kosan
menunggu sirna rasa kantuk yang terus menghujam

rutinitas pagi terasa berbeda
ini adalah minggu pagi
bukan berarti ku tak kerja keras
mencuci baju harus dilaksanakan meskipun tidak sepenuh hati

kapan datang hari ini?
selalu saja ku tunggu
aku suka hari ini
karena ini hari minggu di pagi hari

(15062006)

15 Oktober, 2008

Kejujuran

Putih

Untukmu dan untukku

Putihmu, hitam untukku
Putih untukku atau cukup hanya untukmu
Ketika putih hanya ada satu

Putih berkenalan dengan luka
Apakah lantas putih adalah hitam?

Putih tetaplah putih
Bukan putih yang menjadikan hitam
Keadaanlah yang berperan

Putih tersamar rangkaian waktu
Luka hanya menipu untuk ragu
Memancing hitam muncul terlihat

Percayalah pada putih
Putih pasti membawa warna-warni cerah
Namun entah bersembunyi di mana
Menunggu saat waktu yang tepat

NaFi’-NewYorkerto*150908

15 September, 2008

Pujangga Kelas Teri

pengen ketawa nih jadinya..kenapa? karena gw sok-sokan bikin puisi githu deh..tepatnya 2 biji puisi..bener-bener pujangga kelas teri dah..kucluk banget..semuanya terinspirasi ama evaluasi kegiatan di sebuah organisasi yang gw ikutin di kampus..dan inilah 2 puisi kucluk tersebut..silahkan dilewati....
hahaha,,,

Cerita Tentang Kebenaran

Lihatlah itu di sana

Ada seorang ustadz

Mengeluarkan bau busuk dari mulutnya

Apakah kita harus menghirupnya?

Mengikuti pikiran yang terpenjara

Lihatlah pula itu di sana

Seorang penjahat pembunuh para manusia

Wangi tercium dari mulutnya

Apakah kita mau merasakannya?

Atau terbutakan dengan sendirinya

Tiada semua tercipta utuh membulat

Cacat tersembunyi ataupun tampak pastilah ada

Akankah kita selalu terkungkung oleh pandangan

Tanpa mau meresapi apa yang sebenarnya ada padanya

NewYorkerto*140908


nah ntu yang ptama..kalo ini yang kedua..dijamin lebih kucluk lagi dah..hehe,,

Aku, Kamu, dan Dia

Aku, kamu, dan dia

Sama-sama terlihat indah dengan mahkota pemberian-Nya

Kepunyaanku panjang dan hitam

Selegam batu bara di perut bumi

Namun, kemerahan yang terlihat ada padamu

Sang surya telah campur tangan mewarnainya

Dan miliknya, berhasil mengingatkan kepada jalanan di pegunungan

Aku, kamu, dan dia

Tak bisa lepas dari sepakbola

Kecemerlanganku dalam hal mengoyak pertahanan lawan

Dirimu, mempesona di antara kedua tonggak di ujung lapangan

Dan dia tangkas membuyarkan jalinan simfoni ancaman

Aku, kamu, dan dia

Merasakan dahaga yang serupa

Air berkarbonasi yang aku cari

Saripati hewani kau cicipi

Dan dia menuntaskannya dengan setetes murka ilahi

Aku, kamu, dan dia

Tercipta dengan anugrah yang tak ternilai

Dilengkapi oleh sebongkah processor canggih

Tak terjangkau kreasi tangan manusia

Namun itu membawaku ke kiri

Membawamu ke tengah

Dan membawanya ke kanan

Semua ini nyata adanya

Menerima adalah jalan satu-satunya

Ataukah kita telah siap berjumpa malapetaka

New Yorkerto*140908


 
Template by suckmylolly.com - background image by elmer.0