Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

03 Februari, 2010

Apa yang Saya Tonton


Januari 2010
  1. This Is It (2009) [DVD] -----> 4/5
  2. Shine A Light (Rolling Stones) (2008) [DVD] -----> 3,5/5
  3. Funny People (2009) [DVD] -----> 3/5
  4. Inglourious Basterds (2009) [DVD] -----> 3,5/5
  5. State Of Play (2009) [DVD] -----> 3/5
  6. Planet B-Boy (2007) [DVD] -----> 3,5/5
  7. Sherlock Holmes (2009) [Bioskop] -----> 4/5
  8. Taking Woodstock (2009) [DVD] -----> 3/5
  9. Memento (2000) [DVD] -----> 4,5/5
  10. Confessions of a Dangerous Mind (2002) [DVD] -----> 3/5
  11. Home (2009) [DVD] -----> 4/5
  12. The Damned United (2009) [DVD] -----> 4/5
  13. Punk In Love (2009) [Download] -----> 4/5
  14. The Hangover (2009) [Download] -----> 4/5
  15. Drag Me To Hell (2008) [Download] -----> 4/5
  16. Lady In The Water (2006) [VCD] -----> 3,5/5
  17. Changeling (2008) [VCD] -----> 4/5
  18. (500) Days Of Summer [DVD] -----> 4/5
  19. Year One (2009) [Download] -----> 2,5/5
  20. Sen to Chihiro no kamikakushi/Spirited Away (2001) [Download] -----> 4,5/5
  21. Up (2009) [Download] -----> 4/5
  22. This Is Spinal Tap (1984) [Download] -----> 3,5/5

15 Februari, 2009

Nyewa Film Bag. 2


PERHATIAN: tulisan ini sangat panjang. Padahal engga penting sama sekali.


Seminggu ini saya sibuk sekali. Bukan dalam rangka mengerjakan sekrip-shit, ataupun dalam rangka mensukseskan hajatan pesta demokrasi di negri ini. Tapi sibuk menonton film yang sudah tersedia di kamar. Sejak hari minggu kemarin (8/02) saya sudah melakukan 4 kali peminjaman di persewaan film. Persediaan film yang akan ditonton bertambah pula dari hasil kunjungan ke warnet yang memang selama ini senantiasa menyediakan film-film di hard disknya. Total ada 23 judul film yang sedianya akan saya tonton.


Peminjaman pertama [minggu 8 Februari]

a clockwork orange

boogie night

y tu mama tambien

piano teacher

peminjaman kedua [senin 9 februari]

taxi driver

raging bull

zebra lounge

showgirls

peminjaman ketiga [senin 9 februari]

inkheart

body of lies

stomp live at brighton dome UK

ngambil di warnet [rabu 11 februari]

20th century boys 1st chapter

Big stan

Death race

Get smart

Peminjaman keempat [kamis 12 februari]

E.T. (English teacher)

Battle in seattle

Girl interrupted

Hacking democracy

Restless (levottomat)

Lord of the ring : fellowship of the ring

Lord of the ring : two towers

Lord of the ring : return of the king


Cukup banyak memang. Malah kebanyakan. Sampai-sampai, hingga hari ini pun belum semuanya tertonton. Padahal masih banyak hal lain yang mesti saya kerjakan selain nonton film. Huh,, bodohnya saya. Begini ini kalo terlalu terbawa nafsu.


Yang udah di tonton

A clockwork orange (1972)

Film sci-fi garapan stanley kubrick hasil adaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis anthony burgess di tahun 1962. mengenai seorang remaja nakal pecinta kekerasan, sex, dan beethoven. Terbagi menjadi 3 plot cerita. Sebelum di penjara, ketika di penjara (penyembuhan), dan setelah keluar dari penjara. Membuat saya berpikir bahwa memang sisi jahat tidak boleh dibuang sama sekali dari diri manusia. Film ini begitu berwarna, baik dalam arti sebenarnya maupun tersirat. Bagi yang pernah nonton film kartun, mengenai pencucian otak dengan cara disuruh nonton tayangan film secara terus menerus. Adegan seperti itu ada di film ini. Dinamakan “ludovico treatment”.


Boogie night (1997)

Mark wahlberg berperan sebagai remaja yang masuk ke dalam bisnis film biru. Dia yang tadinya hanya sebagai tukang cuci di sebuah kelab malam, direkrut oleh seorang sutradara untuk dijadikan bintang film porno. Dan memang berhasil, ia menjadi sangat tenar. Namun akhirnya ia terjerumus obat-obatan terlarang. Selanjutnya hancur reputasinya. Apa yang kemudian terjadi?

Mengajarkan saya bahwa hidup itu tidak boleh sombong. Sehebat apapun kita di saat ini, dunia terus berputar. Dan seperti pepatah yang sudah ada, “di atas langit masih ada langit”. Kesombongan hanya akan membunuh pemiliknya sendiri.


Y tu mama tambien (2001)

Film meksiko tentang perjalanan 2 laki-laki remaja dengan seorang perempuan menuju sebuah pantai yang belum pernah mereka ketahui keberadaannya. Perjalanan yang akhirnya merubah hidup 2 remaja tersebut selanjutnya. Dibintangi diego luna, gael garcia bernal, dan maribel verdu (Pan's Labyrinth).


Piano teacher / la pianiste (2001)

Berdasarkan novel Die Klavierspielerin karya Elfriede Jelinek. Dia adalah penulis asal austria kelahiran 20 oktober 1946 yang juga pernah mendapatkan nobel dalam bidang kesusastraan di tahun 2004. film ini bercerita tentang seorang professor wanita di vienna music conservatory dalam bidang piano, yang terobsesi pada muridnya sendiri yang masih berusia 17 tahun. Dan wanita tersebut ternyata menganut sadomasochistic.

Film perancis ini dibintangi oleh Isabelle Huppert dan BenoƮt Magimel. Dan disutradarai oleh Michael Haneke.


Zebra lounge (2001)

Film thriller yang dibintangi Stephen Baldwin. Mengenai suami istri yang melakukan kegiatan tukar pasangan. Dan ternyata orang yang menjadi partner mereka tersebut tidak seperti yang mereka anggap sebelumnya.


Showgirls (1995)

Kisah tentang perjalanan karir seorang wanita, dari seorang stripper hingga menjadi bintang pertunjukan panggung (showgirl). Film garapan paul verhoeven (robocop, total recall, basic instinct, hollow man) ini merupakan film dengan rating NC-17 (17 tahun ke atas) yang pertama kali dirilis secara luas di bioskop umum. Tentu saja dengan pengawasan yang ketat. Selain itu film ini juga mendapatkan banyak kemenangan di ajang 16th Golden Raspberry Awards, penghargaan kebalikan dari oscar yakni penghargaan bagi film-film yang dianggap buruk kualitasnya.


Body of lies (2008)

Film tentang mata-mata berdasarkan novel dengan judul yang sama, karya david ignatius. Mengenai usaha seorang agen CIA untuk menangkap teroris di daerah timur tengah. Di film ini leonardo di caprio tampil menawan (menurut saya). Selain itu film ini juga dibintangi oleh russell crowe, yang untuk perannya ini harus menambah berat badannya. Di garap oleh ridley scott (gladiator, black hawk down, american gangster), film ini menampilkan banyak adegan aksi. Dalam pembuatannya, sempat mengalami masalah perijinan karena muatan filmnya yang cukup sensitif, sehingga lokasi dipindahkan ke maroko.


stomp live at brighton dome UK

tak ada rotan, akar pun jadi. Mungkin peribahasa tersebut tepat untuk menggambarkan kelompok ini. Mereka menghasilkan musik dari barang-barang yang ada di keseharian kita, seperti korek api, tempat sampah, pasir, sikat, koran, dll. Sungguh membuat terkesima saya ketika menontonnya. Mereka begitu kreatif dan juga lucu!! Iya lucu. Karena pertunjukan tersebut memang diselingi humor-humor segar yang dihasilkan dari mimik wajah, dan kelakuan mereka di atas panggung. Sangat sangat menghibur.


E.T. (english teacher)

Film komedi korea yang direkomendasikan penjaga tempat saya menyewa film. Lumayan lucu, namun tidak sangat. Tentang seorang guru olahraga yang dipaksa oleh keadaan untuk menjadi seorang guru bahasa inggris. Padahal kemampuan bahasa inggrisnya sangat busuk. Sosok guru ini mengingatkan saya pada onitsuka di serial GTO. Banyak hal yang dapat kita petik dari film ini. Yang utama adalah apapun kesulitan yang muncul dalam hidup kita, pasti kita mampu untuk melewatinya jika kita memang mau berusaha untuk itu.


Battle in seattle (2008)

Debut pertama aktor Stuart Townsend dalam hal penyutradaraan. Ini merupakan cerita fiksi dari atau berdasarkan kejadian nyata. Kejadian tersebut adalah aksi demonstrasi menentang WTO pada saat berlangsungnya konferensi WTO di seattle tahun 1999. pada saat itu selama beberapa memang terjadi demonstrasi besar-besaran yang awalnya berlangsung damai namun berakhir ricuh. Film ini menyoroti beberapa tokoh yang fiksi, yakni sekelompok demonstran, polisi yang bertugas, pihak media, peserta konferensi dan pemerintah daerah seattle. Film ini juga memunculkan rekaman-rekaman asli pada waktu itu. Menurut saya ini merupakan tontonan wajib untuk para aktivis kampus, apalagi yang sering melakukan demonstrasi. Bisa memberi sedikit referensi tersendiri mengenai demonstrasi. Roger ebert, seorang kritikus film yang kesohor itu, memberikan penilaian 3 bintang dari 4 bintang maksimal. Dia menggambarkan film ini sebagai "not quite a documentary and not quite a drama, but interesting all the same".


Restless / levottomat (2000)

Film finlandia yang saya pinjam karena (lagi-lagi) terprovokasi gilasinema. Namun sayangnya film yang saya dapatkan ini adalah format VCD. Yang tentu saja sudah di potong di sana-sini. Untuk reviewnya, lebih baik baca dari gilasinema saja seperti di bawah ini : [karena gilasinema kalo nge-review manteb punya cing!]


Cinta itu sebuah pencarian.

Pria yang berprofesi mulia itu mempunyai impian menikah dengan wanita yang dia cintai, membangun rumah tangga yang sakinah serta tidak akan menyakiti perasaan siapapun. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Dirinya takut akan komitmen. Tiap alam tidur dengan cewek yang berbeda-beda. Mulai dari perempuan single hingga yang sudah bersuami. Hingga dia bertemu dengan perempuan yang mengharapkan lebih dalam hubungan mereka, karena perempuan tadi begitu mencintainya. Bertaubatkah dia dengan petualangannya? Ternyata malah makin parah. Bahkan sahabat dari perempuan yang mencintainya ikut menjadi “santapannya”. Pada akhirnya waktu untuk mengambil keputusan pun tiba. Keputusan apakah yang pada akhirnya akan diambil?
Finlandia, seperti beberapa Negara Eropa lainnya, ternyata cukup bebas dalam menghadirkan film dengan muatan ketelanjangan yang dihadirkan dengan begitu santainya. Hampir sepanjang durasi kita disuguhi kita disuguhi gelinjang tubuh-tubuh polos demi memberi gambaran pencarian seorang lelaki akan hadirnya cinta dalam hidupnya, yang mampu memaksanya untuk berkomitmen dengan hidup orang lain.


20th century boys 1st chapter (2008)

Diangkat dari serial manga berjenis fiksi ilmiah yang terkenal buah karya naoki urasawa (master keaton, monster). Manga ini sudah mendapatkan beberapa penghargaan bergengsi di jepang sana. Film yang saya tonton ini merupakan bagian pertama dari total 3 bagian untuk keseluruhannya. Agak telat saya mendapatkan film yang memang sudah lama saya cari-cari ini. Apa yang saya tonton tidak berbeda jauh dengan apa yang ada di komiknya. Bahkan para pemerannya secara tampilan (apalagi wajahnya) juga dapat dikatakan mirip dengan apa yang ada di komiknya. Adalah kenji seorang mantan anak band yang waktu kecil bersama teman-temannya pernah berkhayal bahwa dunia akan kiamat. Khayalan itu merupakan gagasan kenji dan mereka tulis sebagai sebuah skenario yang akan terjadi di dunia. Ternyata ketika mereka sudah tua, apa yang pernah mereka tuliskan menjadi kenyataan. Pertanyaannya, siapakah yang ada di balik semua ini? Lalu apakah kenji dan teman-temannya berhasil menggagalkan skenario yang pernah mereka buat itu?

Film ini diceritakan secara maju mundur. Antara saat kenji masih kecil, saat sekarang (khayalan yang menjadi kenyataan), dan masa depan. Berdurasi sekitar 2 jam, namun tidak membosankan. Tapi jika sudah pernah membaca komiknya mungkin akan sedikit tidak menikmati film ini, karena sudah tahu jalan ceritanya. Saya mengutip sedikit tulisan dari wikipedia,

“The trilogy of "20th Century Boys" live-action films (directed by Yukihiko Tsutsumi) is set to be one of the biggest undertakings ever in the Japanese movie industry. The project not only has a budget of 6 billion yen, but it was revealed that it will feature a cast of 300 people.”

Sekarang saya sedang mencari yang chapter kedua, karena dikabarkan sudah rilis sejak akhir januari lalu.


Big stan (2009)

Rob Schneider kembali hadir dalam cerita komedi mengenai kehidupan penjara. Tema yang sudah sering diangkat. Film ini boleh dikatakan sebagai usaha menentang terjadinya pemerkosaan antar narapidana di penjara. Ceritanya sendiri sangat biasa menurut saya. Bahkan meskipun ini tergolong komedi, tidak terlalu memancing tawa saya ketika menontonnya. Dikisahkan bahwa Stan Minton (Rob Schneider), seorang konglomerat dalam bidang real estate, harus berurusan dengan hukum. Dia akhirnya terbukti bersalah dalam kasus penipuan dan dikenai hukuman penjara. Ia kemudian berlatih keras secara fisik karena ketakutannya akan pemerkosaan di penjara. Kelucuan akan hadir dalam usahanya mempersiapkan diri sebelum masuk penjara, dan ketika di dalam penjara. Film ini memang sangat tidak masuk akal, namun cukup menghibur juga.


Death race (2008)

Film yang dibintangi jason statham sebelum transporter 3. seperti film-film sebelumnya, death race juga mempertontonkan aksi laga aktor inggris yang kekar itu. Selain itu juga diwarnai adegan tembak-tembakan, meskipun sebenarnya ini film tentang balap mobil. Banyak darah yang berceceran di film ini. Death race merupakan film action hasil remake dari film produksi 1975, death race 2000. sama seperti big stan, film ini juga berlatar belakang kehidupan penjara. Mengenai lomba hidup mati yang digagas oleh pemimpin penjara. Jensen Ames (Jason Statham), yang merupakan mantan pembalap yang tangguh, dituduh membunuh istrinya sehingga harus masuk penjara. Padahal sebenarnya itu hanya akal-akalan pemimpin penjara untuk memanfaatkan jensen ames untuk keuntungan pribadinya (pemimpin penjara) lewat lomba yang digagasnya.


Yang belum ditonton

Get smart (2008)

Film komedi mengenai agen rahasia. Merupakan adaptasi dari serial televisi yang berjudul sama yang tayang tahun 60-an. Dibintangi oleh steve carel (The 40-Year-Old Virgin, Bruce Almighty) dan Anne Hathaway. Film ini memperoleh sukses secara komersial.


taxi driver (1976)

film yang gagal memperoleh satupun oscar dari 4 gelar yang dinominasikan ini, merupakan arahan sutradara martin scorsese (Raging Bull, Goodfellas, Gangs of New York, The Aviator, The Departed). Dibintangi oleh aktor kawakan, robert de niro.


raging bull (1980)

juga hasil karya martin scorsese. Dan dibintangi pula oleh robert de niro. Namun berbeda nasib dengan taxi driver, film ini berhasil meraih 2 oscar dari 8 nominasi yang berhasil direngkuh. Merupakan adaptasi dari kisah hidup jake LaMotta dalam buku “raging bull: my memoir”. Seorang petinju kelas menengah yang mempunyai kelakuan “menyimpang” di luar ring.

Saya belum menonton film ini dikarenakan DVD yang saya pinjam ternyata tidak dapat diputar. Tapi karena malas menukar, akhirnya tidak ada film pengganti. Padahal saya penasaran banget sama film ini. Hiks,,


Girl interrupted (1999)

“one flew over the cuckoo’s nest versi perempuan seksi? Bisa jadi, tapi yang ini mengambil arah yang lain, yakni bertemakan mengenai feminisme. Selain menyindir “norma kewarasan” pada zamannya, (film) ini juga menyindir ketidakadilan pada wanita yang dilakukan oleh masyarakat.”
Itu adalah penggalan yang saya kutip dari majalah cinemags yang sekiranya dapat memberi gambaran mengenai film ini.

Film ini merupakan kisah adaptasi dari sebuah buku berjudul sama yang ditulis oleh susanna kaysen. Melalui film ini angelina jolie akhirnya diganjar oscar sebagai pemeran pembantu wanita terbaik, dan juga penghargaan golden globe untuk kategori yang sama.


Hacking democracy (2006)

“Hacking Democracy is a 2006 documentary film by Russell Michaels, Simon Ardizzone, and Robert Carrillo Cohen, shown on HBO. Filmed over three years it documents American citizens investigating anomalies and irregularities with 'e-voting' (electronic voting) systems that occurred during America's 2000 and 2004 elections, especially in Volusia County, Florida. The film investigates the flawed integrity of electronic voting machines, particularly those made by Diebold Election Systems, and the film culminates dramatically in the on-camera hacking of the in-use / working Diebold election system in Leon County, Florida. In 2007 Hacking Democracy was nominated for an Emmy award for Outstanding Investigative Journalism.”

Itu saya kutip dari wikipedia.


Lord of the ring : fellowship of the ring (2001)

Lord of the ring : two towers (2002)

Lord of the ring : return of the king (2003)

Kisah trilogy ini entah bercerita tentang apa. Katanya sih film bagus, dan ketiganya memenangi beberapa oscar. Hehe..


Inkheart (2009)

Kisah fantasi yang berdasarkan sebuah novel karya cornelia funke (j.k. rowling-nya jerman) dengan judul yang sama. Film ini hanya saya tonton di bagian awalnya saja. Karena kualitas DVD yang buruk menghancurkan mood saya untuk menontonnya hingga selesai. Katanya film ini bercerita tentang usaha seorang ayah yaitu mortimer / mo (brendan fraser) menyelamatkan keluarganya dari seorang penjahat yang berasal dari sebuah buku. Mo ini dan juga anaknya meggie mempunyai kekuatan khusus, yaitu dapat menghidupkan karakter yang ada di buku ketika membacanya dengan “keras”.



Huff… cape juga nulisnya. Kenapa saya menuliskan hal ini? Sebenarnya niatan saya hanya usaha untuk mendokumentasikan film-film yang sudah pernah saya pinjam atau dapatkan, dan lalu saya tonton. Itu saja. Tidak ada niatan lainnya. Untuk review, hanya begitu adanya yang saat ini bisa saya lakukan. Masih jauh dari review yang keren seperti milik gilasinema. Tapi semoga dari tulisan ini bisa membawa manfaat. Terima kasih untuk yang sudah mau bersusah payah membaca hingga akhir [tapi sepertinya tidak ada..hehe,,]. Sampai jumpa lagi di kisah peminjaman selanjutnya. Ciao!




31 Januari, 2009

Finding Forrester (film)


Satu lagi film yang mampu membuatku terkesima. Meski pada awalnya saya tidak terlalu berharap pada film ini. Bahkan pada saat membaca judulnya saja, aku sudah berpikiran konyol bahwa film ini menceritakan tentang pencarian terhadap orang bernama Forrester. Tapi untungnya bayanganku salah.


Film yang dirilis tahun 2000 ini disutradarai oleh Gus Van Sant (Good Will Hunting, Milk), serta di bintangi antara lain oleh Sean Connery (William Forrester), Rob Brown (Jamal Wallace), F. Murray Abraham (Prof. Robert Crawford), dan Anna Paquin (Claire Spence). Beberapa penghargaan juga telah diraih oleh film ber-Tagline “In an Ordinary place, he found the one person to make his life extraordinary” ini.


Tersebutlah seorang remaja 16 tahun berkulit hitam bernama Jamal Wallace yang tinggal di kawasan Bronx. Semenjak ayahnya pergi, jamal banyak menghabiskan waktunya untuk membaca dan menulis, disamping bermain basket yang memang sudah menjadi kegemarannya. Kisah ini bermula ketika jamal mendapat tantangan teman-temannya untuk memasuki sebuah apartment yang dihuni oleh seseorang yang menurut kabar di kalangan remaja setempat adalah pembunuh. Penghuni apartment tersebut memang sangat mencurigakan. Ia sering terlihat sedang mengawasi anak-anak yang sedang bermain basket dengan menggunakan teropong. Terlebih lagi ia tak pernah terlihat keluar dari apartmentnya.


Mendapat tantangan tersebut, jamal tidak gentar. Maka pada suatu malam, jamal disaksikan oleh teman-temannya, menyelinap masuk ke apartment tersebut. Namun ternyata ketika sudah di dalam, penghuni apartment tersebut mengetahui keberadaannya. Sehingga dengan segera jamal melarikan diri, tanpa sempat membawa tas yang tadi ia taruh di salah satu meja. Padahal di dalam tas tersebut tersimpan buku catatan yang berisi tulisan-tulisannya.


Beberapa hari kemudian, setelah terlibat sedikit percakapan dengan seorang pengemudi BMW, jamal mendapatkan tasnya kembali. Penghuni apartment itu melemparkannya. Selanjutnya ketika jamal memeriksa buku catatannya, ia mendapati berbagai coretan di dalamnya. Banyak kritikan terhadap tulisannya itu. Hal ini membuat jamal semakin penasaran mengenai penghuni apartment tersebut. Lalu ia memutuskan untuk pergi ke apartment itu sekali lagi, dengan cara yang sopan tentunya.


Sesampainya jamal di apartment tersebut, ia menemui kenyataan bahwa penghuni tersebut tidak mau membukakan pintunya. Sehingga jamal hanya menjelaskan kejadian malam itu dengan dipisahkan sebuah pintu yang tertutup. Selain itu ia juga mengajukan tawaran untuk menyerahkan tulisannya yang lain atau menuliskan sesuatu hal lainnya. Ternyata tawaran itu dijawab oleh sang penghuni, ia berkata, “Bagaimana kalau 5000 kata kenapa kau mau menjauhi rumahku?”. Mengetahui hal itu, lalu jamal memutuskan untuk membuat sebuah tulisan sesuai apa yang dikatakan sang penghuni tadi. Keesokan harinya jamal kembali ke apartment tersebut untuk menyerahkan tulisannya, namun ternyata kedatangannya tidak disambut dengan baik. Sehingga jamal hanya melemparkannya ke depan pintu apartment tersebut.


~aduh, males ngetik neh~


Singkat cerita, jamal juga mendapat beasiswa untuk pindah sekolah ke tempat yang lebih bagus, dan akhirnya ia bisa berkenalan, bahkan bersahabat dengan penghuni apartment tersebut. Siapakah sebenarnya penghuni apartement tersebut? Tonton sendiri film ini. Yang jelas semenjak perkenalan tersebut, hidup keduanya berubah. Mereka berdua mendapatkan hal-hal baru yang positif bagi kehidupan masing-masing.


Setelah jamal pindah ke sekolah barunya, ia berkenalan dengan seorang gadis berkulit putih yang baik hati. Calire Spence namanya. Hubungan pertemanan tersebut lama-kelamaan memunculkan rasa saling suka. Namun hal ini menimbulkan konflik tersendiri.konflik seperti apa? Tonton aja dulu filmnya.


Selain konflik percintaan, jamal juga terlibat konflik dengan seorang murid kaya yang juga pemain basket sekolah tersebut. John Hartwell namanya. Konflik itu berhubungan dengan masuknya jamal ke dalam team basket sekolah yang baru ia masuki.


Konflik juga muncul, dan merupakan konflik yang dominan di film ini, dalam hubungan jamal dengan salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut. Guru itu ternyata juga mempunyai kaitan masa lalu dengan orang yang tinggal di apartment tadi. Guru itu adalah Prof. Robert Crawford.


Film ini sangat menarik untuk ditonton. Konflik-konfliknya sangat beragam dan lumayan masup ngakal. Dialog-dialog di film ini juga sangat bagus. Ada dialog mengenai sejarah BMW, mengenai cara menulis, mengenai penulisan kata “Dan” di sebuah awal kalimat, dll. Salah satu dialog yang sangat aku suka adalah percakapan antara jamal dengan penghuni apartment, berikut ini (sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia).

”Kau tahu apa yang paling banyak ditakutkan banyak orang?”.

“Apa?”.

“Apa yang tak dimengerti olehnya”.

“Pada saat kita tak mengerti, kita merubah cara pandang kita”.

Atau dialog yang ini

“Banyak penulis tahu aturan menulis”.

“tapi tak tahu caranya menulis”.


Aku sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton!!

30 Januari, 2009

He Loves Me, He Loves Me Not (film)

Film ini merupakan salah satu film favoritku. Bahkan film ini berhasil menginspirasiku untuk menciptakan sebuah puisi yang berjudul “Lelaki Yang Jahat Di Hari Selasa” (meskipun sangat dudulz hasilnya, hehehe,,). Sebenarnya film ini mempunyai cerita yang biasa saja, namun cara bercerita dan ending-nyalah yang membuat film ini begitu istimewa bagiku.


He Loves Me, He Loves Me Not merupakan film Perancis yang disutradarai oleh Laetitia Colombani pada tahun 2002. Tokoh-tokohnya diperankan antara lain oleh Audrey Tautou (Angelique), Samuel Le Bihan (Loic), Clement Sibony (David), dan Isabelle Carre (Rachel).


Inti dari film ini menceritakan mengenai kisah cinta orang yang “sakit”, yakni Angelique, kepada Dr. Loic Le Garrec yang sudah berkeluarga. Dapat dikatakan bahwa cinta tersebut bertepuk sebelah tangan.


Di postingan ini aku tidak akan menceritakan secara detail film ini. Karena jika aku tuliskan di sini ceritanya, maka akan mengurangi kenikmatan ketika menontonnya nanti. Dengan cara penyampaian yang “tidak biasa” (menurutku), film ini dapat mengecoh penontonnya. Tapi, inilah kekuatan dari film ini selain akhir cerita (ending) tentunya. Di akhir cerita, penonton akan seperti dibawa dalam keadaan bahwa kisah ini belum selesai. Seakan akan, nantinya ada He Loves Me, He Loves Me Not jilid kedua.


Apa yang dikisahkan dalam film ini sesuai dengan apa yang menjadi tagline-nya, “Every love story has two sides”. Atau juga “Is he crazy in love, or just crazy?”. Memang sebaiknya segera saja anda tonton langsung film ini. Aku sangat merekomendasikannya!!


untuk lebih jelasnya, dapat dilihat di sini (wikipedia), di sini (imdb), di sini (metacritic), dan di sini (rottentomatoes)
*gambar di unduh dari http://biianc.egloos.com/14500*

Elephant

Setelah menonton film Elephant


  • Gue baru sadar kalo ternyata dulu gue dah pernah nonton film ini.


  • Ceritanya menurut gue biasa aja, tentang penembakan di sebuah sekolah oleh murid sekolah tersebut.


  • Tokoh ceritanya lumayan banyak tapi ga banyak banget juga.


  • Ni film bisa sangat membosankan bagi sebagian orang. Cenderung datar.


  • Cara penyampaian cerita di film ini menarik.


  • Cara pengambilan gambarnya juga ga biasa. kamera seringnya mengikuti tokoh beraktivitas. Seakan-akan penonton sedang membuntuti para tokoh. Membuat gue kepengen bikin film dengan pengambilan gambar seperti ini.


  • Penceritaan dilakukan pada tiap tokoh dan kadang nanti akan bersinggungan pada kegiatan tokoh yang lain, dan di gambarkan kembali lewat kaca mata tokoh yang lain.


  • Gue jadi inget pernah nonton juga sebuah film yang mirip banget sama film ini. Tapi sayangnya gue lupa judulnya (tapi kalo ga salah judulnya ada angkanya di depannya). Ceritanya sama, tentang penembakan di sebuah sekolah. Cara penceritaannya juga sama melalui kaca mata tiap tokoh. Tapi bedanya film itu (yang gue lupa judulnya) seperti semi dokumenter. Ada interview terhadap tokoh cerita.


  • Endingnya nggantung. Mungkin karena ini merupakan film kedua dari Trilogy karya Gus Van Sant. Dua film lainnya berjudul gerry dan last days.


  • Durasi filmnya ga terlalu panjang. Kurang dari 80 menit.


  • Menurut gue film ini bagus, menarik, ga biasa, tapi bisa bikin orang bosen.


  • Yang jadi pertanyaan adalah, apa motif penembakan tersebut?

24 hours party people (film)


Setelah menonton 24 hours party people

  • Tontonan wajib bagi pecinta band-band inggris, khususnya yang berkiblat ke scene Manchester. Khususnya lagi buat para pecinta band Joy Division, New Order, dan Happy Mondays.


  • Film sejarah musik di inggris, khususnya scene Manchester antara tahun 1976 - 1997. Mengenai perkembangan Factory Record dan sebuah club malam bernama The Hacienda serat band-band yang bersinggungan kedua hal itu.


  • Di dalamnya ada potongan rekaman panggungnya the sex pistols, the jam, iggy pop, the strangles, vini reilly, dll (dan lupa lagi)


  • Dirilis tahun 2002.


  • Diceritakan seperti sebuah reportasi acara televisi.


  • Tokoh utamanya adalah Tony Wilson yang merupakan seorang reporter pada Granada Television, yang juga pendiri Factory Record dan club malam The Hacienda.


  • Pemeran Tony Wilson yaitu Steve Coogan, di film ini menurut gue mirip Nicholas Cage.


  • Tony Wilson yang asli juga menjadi cameo di film ini.


  • Keinginan gue setelah ini adalah mencari original soundtrack film ini. Karena menurut gue keren. Ada sex pistols, happy Mondays, joy division, buzzcocks, the clash, new order, dll.


  • Dan yang terakhir serta sangat penting untuk diperhatikan, gue saranin jangan nonton film ini tengah jalan. Nanti bisa ketabrak kendaraan yang lewat (ga penting dan ga lucu!!).



The Hound Of The Baskerville (2002) (film)

Setelah menonton The Hound Of The Baskerville

  • Puas banget. Karena setelah sekian lama mencari film tentang kang sherlock holmes, akhirnya terpenuhi juga.


  • Film yang di adaptasi dari salah satu novel tentang detektip terhebat sejagat raya (hiperbol mode on), Sherlock Holmes, yang berjudul sama seperti film ini.

  • Ga ada salahnya nonton film ini buat pemanasan selagi menantikan dirilisnya film sherlock holmes yang dijadwalkan November 2009.


  • Ternyata bayangan gue selama ini tentang perawakan sherlock holmes, sangat berbeda dengan yang ada di film ini. Di bayangan gue, sherlock holmes itu terlihat agak tua Dr. Watson.


  • Filmnya sih menurut gue biasa aja. Tapi sebagai penggemar kang sherlock, film ini ga jelek-jelek amat kok.


  • Tadinya gue kira bakalan klimaks di akhir film, ternyata engga. Pembunuhnya terkuak di tengah, bukan di akhir film.


  • Menurut mbah wiki, ada sedikit perbedaan antara film ini dengan novel aslinya.


  • Dan semoga film Sherlock Holmes yang rencananya dirilis November nanti tidak mengecewakan.

Life Is beautiful (film)



Setelah menonton Life Is beautiful (la vita e bella)

  • Puas banget, karena dah ngincer ni film dari kapan tau.


  • Membuat gue tertawa karena lucu, namun juga miris karena kelucuan tersebut dihasilkan dari kejadian yang tragis.


  • Bersetting Italia pada masa Fasisme masih berjaya di sana.


  • Tokoh utamanya, Guido Orefice, diperanin sama Roberto Benigni, aktor terkenal dari Italia yang juga merangkap sekaligus sebagai sutradara film ini.


  • Film ini bercerita bagaimana usaha Guido, seorang Yahudi, membantu anaknya yang masih kecil untuk dapat bertahan di sebuah kamp konsentrasi Nazi. Usaha-usaha ini menimbulkan kelucuan tersendiri, namun disamping itu membuat hati trenyuh.


  • Juga menceritakan kisah cinta Guido. Sangat romantis dan lucu tentunya.

  • Dirilis pertama kali tahun 1997, dan berhasil menggondol 3 oscar dari total 7 yang dinominasikan.


  • Sangat direkomendasikan untuk ditonton.


  • Apapun kemalangan yang terjadi dalam hidup kita, hidup akan tetap terasa indah tergantung dari cara kita memandang keadaan tersebut.

le Grand Voyage (film)

Ini adalah salah satu film yang sudah cukup lama ingin aku tonton. Setelah sekian lama mencari film ini, akhirnya secara tak sengaja pada Rabu (21/1) kemarin aku menemukannya di salah satu rak Video Ezy NewYorkerto. Dulu, pertama kali membaca resensinya (aku lupa di mana), aku langsung terpikat. Sebuah film produksi patungan Perancis dan Maroko garapan sutradara Ismael Ferroukhi (merangkap sekaligus penulis naskah) di tahun 2004.


Film ini berkisah tentang perjalanan dua manusia yang berbeda generasi, yakni ayah (Mohamed Majd) dan anaknya, Reda (Nicolas Cazale). Perjalanan dari Perancis menuju Mekkah ini merupakan usaha sang ayah untuk melakukan ibadah haji.


Di awal film, diceritakan bahwa Reda harus menggantikan kakaknya untuk mengantar sang Ayah melakukan perjalanan dari Perancis menuju Mekkah menggunakan mobil. Hal ini dikarenakan sang kakak telah dicabut SIM-nya, padahal sang Ayah tidak dapat menyetir sehingga harus ada yang mengantarnya. Sejak awal Reda sudah tidak senang menerima tugas ini, terlebih lagi diantara dia dan Ayahnya terjalin hubungan yang tidak terlalu akrab. Terlebih lagi keduanya mempunyai karakter yang sama-sama keras. Hubungan ayah anak inilah yang mewarnai perjalanan yang sangat jauh tersebut.


Perjalanan itu sendiri tidak selalu berjalan mulus, dan inilah yang membuat film ini menjadi menarik. Antara ayah anak tersebut sering terlibat perselisihan, yang pada akhirnya malah membuat hubungan keduanya begitu dekat. Ada pula kejadian ketika seorang wanita tak dikenal menumpang mobil mereka secara seenaknya. Mereka juga sempat terlibat masalah ketika bertemu dan berkenalan dengan seseorang di Turki yang sebelumnya membantu mereka untuk dapat masuk ke wilayah Turki. Juga tak terlupakan saat mobil mereka terkubur salju di wilayah Bulgaria.


Ada sebuah adegan yang membuat saya sedikit tersenyum, yaitu ketika Reda memprotes ayahnya mengenai makanan. Reda bosan setelah beberapa lama hanya makan telur dan roti selama perjalanan, ia menginginkan daging. Menanggapi protes Reda, tak berapa lama sang ayah minta agar mobil dihentikan. Kemudian sang ayah turun dan tak lama kemudian kembali lagi membawa seekor kambing/domba. Tentu saja itu kambing/domba yang masih hidup. Rupanya sang ayah telah memberikan apa yang Reda inginkan, yaitu daging. Namun karena daging tersebut masih hidup, alhasil malah mengganggu Reda menyetir, karena kambing/domba tersebut terus saja bersuara di dalam mobil. (Hehe.. ayah yang sangat cerdas ternyata). Akhirnya setelah cukup terganggu, diputuskan untuk menyembelih hewan tersebut. Namun apa mau dikata, sebelum di sembelih, kambing/domba tersebut berhasil melepaskan diri dari pegangan Reda, dan tidak dapat di tangkap kembali olehnya. Rupanya nasib baik belum berpihak pada mereka. Ga jadi makan daging deh,, hehe..


Meskipun film ini kental dengan ajaran salah satu agama, yakni Islam, hal ini bukan berarti film ini menjadi tidak menarik untuk ditonton bagi para penganut agama lainnya. Film ini tetap “indah” bagi semua kalangan dan golongan.


Jika ingin tau alasan sang ayah kenapa bersikeras untuk menunaikan haji menggunakan mobil dan juga bagaimana akhir dari kisah ini, tonton saja segera film ini. Akan menjadi menyebalkan jika saya beritahu di sini. Yang jelas, ending film ini di luar dugaanku sebelumnya. Entah apakah termasuk happy ending atau sad ending. Penontonlah yang dapat menilainya.


Sebagai info tambahan, film ini berhasil memperoleh beberapa penghargaan, yaitu di Venice Film Festival, Newport International Film Festival, dan di Mar del Plata Film Festival.

Film ini saya rekomendasikan untuk di tonton.

untuk lebih jelasnya, dapat dilihat di sini (wikipedia), di sini (imdb), dan di sini (rottentomatoes)

*gambar di unduh dari http://cakrawala-senja.blogspot.com/2008/07/le-grand-voyage.html*

27 Januari, 2009

Nyewa Film bag. 1


Kesenangan gue akan nonton film semakin menggila. Belakangan ini, hampir setiap hari pasti nonton film. Sampe-sampe skripsi jadi prioritas nomor dua. Parah!! Kapan mau lulus kalo begini terus.

Dimulai hari rabu kemaren (21/01), padahal udah tau besok paginya mesti berangkat ke jogja, pas sore malah minjem lima film di Video Ezy.

  • breaking and entering

gue ga tau kenapa minjem film ini. Semua terjadi begitu saja. Dan gue ga ngerti maksud film ini, meskipun gue ngerti jalan ceritanya. Oh iya, sutradaranya Anthony Minghella. Salah atu produsernya adalah Sydney Pollack. Dan yang maen diantaranya ada Jude Law serta Robin Wright Penn.

  • the hound of the baskervilles

Film ini emang dah lama gue cari-cari. Ini film diambil dari salah satu cerita sherlock holmes, detektip paling hebat sejagat raya (lebay mode on). Gue dapet film ini juga ga sengaja, lagi menyusuri rak terus tiba-tiba pandangan gue terpaku pada film ini. Gue juga baru tau kalo film ini tentang sherlock holmes (idola gue nih!!) setelah baca resensi di cover belakangnya. Mungkin pertemuan ini sudah direncanakan Tuhan (halah!!, lebay again!!).

  • finding forrester

film yang ketiga, gue pinjem karena tertarik sama resensi di cover belakangnya. Dan ternyata memang tidak mengecewakan. Malah film ini gue rekomendasikan buat para pembaca tulisan ini. Film tentang sebuah pertemuan dua anak adam yang selanjutnya merubah hidup keduanya. Film ini juga mengajarkan kita untuk tidak mempersepsikan/menilai seseorang hanya dari latar belakangnya saja. Tonton segera film ini.

  • le grand voyage

ini dah lama juga gue cari-cari filmnya. Kisah tentang perjalanan naek haji dari Perancis dengan menggunakan mobil. Menang beberapa penghargaan kalo ga salah. Dan endingnya menurut gue keren. Gue rekomendasikan juga buat ditonton.

  • the constant gardener

tertarik karena liat daftar 20 film terbaik tahun 2005 versi metacritic.com. lumayan bagus. Cerita politik tentang konspirasi tingkat tinggi perusahaan obat di Afrika (Nairobi). Film ini membuat gue bersyukur dilahirkan sebagai orang Indonesia dibandingkan menjadi orang Afrika yang digambarkan di film ini. Tapi gue juga jadi mikir, jangan-jangan sebenernya Indonesia juga korban dari konspirasi seperti ini cuma guenya aja yang engga tau. Oh iya, ni film juga pernah menang oscar di tahun 2005.

Balik ke NewYorkerto lagi hari sabtu (24/01) siang, gue mulai nonton lagi film yang dah gue pinjem. Soalnya pas ke jogja film-filmnya ga gue bawa.

Hari senin (26/01), siang-siang minjem lagi film di Video Asli. Padahal yang kemaren dipinjem aja belum dibalikin. Kali ini gue minjem

  • before the devil knows you’re dead

gue pinjem gara-gara terprovokasi tulisannya si gilasinema. Tentang perampokan dalam dan oleh sebuah keluarga. Gilasinema ngasih nilai 4 dari 5 binatang, eh bintang kamsyudnye. (saat tulisan ini dibuat, nih film belum gue tonton).

  • slumdog millionaire

Film kedua cuma gara-gara penasaran ama tulisan orang-orang yang katanya filmnya bagus, dan ternyata emang bagus. Tentang orang india miskin yang menang kuis who whant’s to be a millionaire. Nonton ini gue dapet pelajaran yang sama ketika nonton finding forrester, yakni jangan mempersepsikan/menilai seseorang hanya dari latar belakangnya saja. Dan gue baru sadar kalo film india tuh ga cuma nyanyi-nyanyi + kejar-kejaran di antara puun-puun + nari-nari. Lumayan bagus menurut gue.

  • one flew over the cuckoo’s nest

Yang ini tadinya ga pengen gue pinjem, tapi ternyata film be kind rewind yang sejatinya gue pinjem ga bisa diputer di kompi gue. Terpaksa balik lagi ke tempat nyewa buat gue tuker. Dapet film yang sama, yang sialnya bernasib sama juga, ga dikenali ama DVD ROM gw. Alhasil balik lagi untuk kedua kalinya, dan kali ini dituker ama film the wrestler. namun karena emang pas minjem itu gue belum mandi, jadinya tuh film gagal juga diputer di kompi gue (jaka sembung kesamber jek, kaga nyambung gledek). Tadinya mau nyoba di laptop temen, tapi ternyata orangnya kaga ada. Jadinya dengan disertai nafas yang memburu, gue ke tempat rental film itu lagi. Minjem film yang ketiga tadi. Meskipun dulu tu film dah pernah gue tonton, tapi emang gue pengen nonton lagi. Dan yang pasti tuh film bisa diputer di kompi gue, karena formatnya VCD

Ni film dibintangi sama Jack Nicholson waktu masing muda. Bercerita tentang kehidupan di sebuah rumah sakit jiwa. Karakternya unik-unik, keren dah filmnya. Dan film ini gue rekomendasikan buat di tonton.segera cari dan tonton sendiri!! (tapi berdua juga boleh, betiga juga gapapa, berempat dan seterusnya terserah aje). Informasi tambahan, ni film dulu menggondol 5 oscar, 6 golden globe awards, dan puluhan penghargaan lainnya.

Lanjut,,

Siang tadi (Selasa 27/01), sepulangnya dari Gramedia, gue menyempatkan mampir di tempat penyewaan film yang lain buat ndaftar jadi member. Nama tempatnya Mr. Maxx (Jl. Kombass 56 Purwokerto, dulu di depan MORO). Sebenernya dah lama gue pengen jadi member di situ, tapi sepengetahuan gue di situ sistemnya deposit. Sistem itulah yang membuat gue mikir-mikir untuk jadi member di situ. Tapi kelebihan yang gue tahu dan bikin gue pengen jadi member adalah, koleksi film-film di situ lumayan lengkap. Setidaknya di Mr. Maxx gue bisa dapetin film yang jarang ada di rentalan lain. Soalnya dulu gue pernah minjem di situ pake kartu temen, dan gue bisa dapet filmnya Akira Kurosawa yang dirilis tahun 1954, seven samurai. Film klasik yang legendaris. Durasinya 207 menit dan masih item putih. Setelah itu gue jadi tertarik buat ndaftar jadi member.

Sebelum daftar, gue sempet tanya-tanya dulu sama mbak penjaganya yang ramah. Jadi emang bener di Mr. Maxx tuh ada sistem deposit. Tapi ternyata ada juga paket hariannya. Yang bikin beda Cuma kalo harian kita mesti ninggal KTP setiap peminjaman, dan dikenai biaya Rp. 2.500 per film. Nah kalo deposit, kita ga perlu ninggalin KTP. Cuma ada perbedaan pula mengenai harga sewa tergantung dari besarnya deposit kita. Kalo deposit Rp. 50.000 per film dikenai pengurangan sebesar Rp. 2.500. Deposit Rp. 100.000, pengurangannya Rp. 2.000 per film. Untuk deposit di atas Rp. 100.000 gue lupa gimana rinciannya.

Akhirnya setelah terlibat perbincangan yang tidak mencekam, diiringi suasana mati lampu (pemadaman semprull!!, di NewYorkerto rutin dilakukan pemadaman bergilir. Dari jam 07.00 – 17.00) yang terang benderang, gue memutuskan daftar. Tadinya gue milih paket harian, tapi setelah menyerahkan KTP, ternyata KTP gue dah kadaluarsa, dan gue baru tahu mengenai hal ini. Untungnya meskipun dah kadaluarsa, KTP gue belum sampe di lalerin dan di kerumuni belatung. Yaiks!! Dengan menyembunyikan rasa malu yang seketika itu juga menyeruak, gue minta ganti aja sama paket deposit Rp. 50.000. Tadinya ada pilihan boleh ganti KTP sama SIM, tapi setelah gue pikir-pikir, itu lebih berbahaya dari pada ninggalin KTP.

Udah daftar tentu belum afdhol kalo belum minjem. Sehingga gue minjem beberapa film saat itu juga. Setelah sibuk mencari-cari di katalog yang seabrek-abrek, gw mutusin buat minjem

  • all the president’s men

ini film gue pinjem cuma karena tertarik sama resensi di belakang covernya. Pernah menang 4 penghargaan oscar di tahun 1976. dibintangi sama Robert Redford dan Dustin Hoffman. Isinya tentang pengungkapan skandal Watergate di Amerika sono pas jaman baheula, yang ngelibatin dan membuat presiden saat itu, pakdhe Nixon memasukkan gigi “R” atau lebih dikenal dengan sebutan mengundurkan diri.

  • life is beautiful (la vita e bella)

Yang ini emang udah gue incer dari kapan tau, dan setau gue di rentalan-rentalan yang selama ini gue singgahi ga ada yang punya film ini. Di sutradarai dan dibintangi sama orang terkenal dari Italia, Roberto Benigni. Sempet diganjar empat penghargaan oscar (Best Music, Original Dramatic Score, Best Foreign Language, dan Best Actor). Ni film ber-setting pas jaman Nazi masih ada. (kalo ada yang ga tau apa itu Nazi, sini tanya ke gue. Nazi tuh makanan pokok orang Indonesia. Walah!! Garing bett lawakannya!!).

  • elephant

Yang ketiga, tertarik gara-gara sutradaranya adalah Gus Van Sant (selain itu doi juga yang nulis pilem ini). Setelah nonton milk dan finding forrester, gue jadi tertarik mantengin film-film garapan sutradara yang juga suka sesama jenis ini. Kata mbah wiki, elephant adalah film kedua dari trilogy karya Gus Vant Sant. Dua film lainnya berjudul gerry dan last days. Kemudian mbah wiki menambahkan pula bahwa, “all three are based on actual events”. Elephant sendiri mengisahkan tentang peristiwa penembakan di sebuah sekolah. Penembakan ini dengan arti sesungguhnya lho, bukan dalam artian kata “peristiwa menyatakan cinta”.

  • 24 hours party people

Sama kaya life is beautiful (la vita e bella), ni film juga dah dari dulu gue cari-cari. Bukan buat digebukin, tapi buat gue tonton, kalo bisa sih digandakan juga. Hehe,, pertama kali tau ni film sewaktu baca resensi di majalah Trax waktu jaman putih abu-abu dulu. konon katanya menurut mbah wiki, ni film menceritakan tentang komunitas musik di Manchester (daerah tampat tinggal gue waktu kecil, selain di London tentunya) antara tahun 1976 – 1997. yang jelas gue ngincer ni film karena di dalemnya katanya (lagi) bakalan ada mengenai grup musik Joy Division yang kemudian berubah (dapat dikatakan seperti ini) menjadi New Order, dan Happy Mondays (ini bukan nama-nama grup dangdut lho!!).


Yah, itulah sekelumit kisah gue mengenai film beberapa hari ini. Sekarang gue mau lanjutin nonton dulu ya!!!

NewYorkerto 27 Januari 2009, 14:23
*gambar diunduh dari http://www.theihs.org/ContentDetails.aspx?id=226*

11 Januari, 2009

El Meler (Film)

Dulu, waktu jaman aku masih putih abu-abu, pernah seorang kawan memamerkan sebuah CD. Berasal dari majalah Hai. CD gratisan tersebut berisi film-film pendek yang entah berapa jumlahnya aku lupa, dan salah satu film tersebut berjudul EL MELER. Film itu bikinan tahun 2002, garapan Dennis Adishwara.


Entah kenapa beberapa waktu yang lalu aku teringat pada film tersebut. Kenangan akan film tersebut begitu menancap di ingatanku. Kemudian beberapa hari yang lalu saya iseng-iseng bertanya pada mbah gugel, dan ternyata film tersebut ada di Youtube.com. Tanpa berpikir lama langsung saja aku unduh filmnya. Di Youtube film EL MELER dipotong menjadi empat bagian yang masing-masing bagian berdurasi sekitar 7 menitan. Jadi total durasi hampir 30 menit.


Ketika akhirnya aku menonton film tersebut, ekspresiku masih sama ketika pertama kali aku menontonnya. Tertawa ngakak se-ngakak-ngakaknya. Bodor abis. Ekspresi teman-teman yang berhasil kupaksa menonton film tersebut juga sama sepertiku, tertawa terbahak-bahak seperti sedang melihat gajah memakai lingerie.


EL MELER, adalah film tentang seorang preman bernama Meler yang menguasai daerah Jl. Haji Subuh. Semua anak-anak di daerah tersebut takut padanya dan anak-anak buahnya. Hingga pada suatu ketika ada seorang anak yang sangat pemberani bernama Sam, melawan kesewenang-wenangan Meler dan gerombolannya. Keberanian Sam menular pada teman-teman yang lain. Akhirnya antara kedua kelompok tersebut terlibat sebuah perang yang sangat sengit. Perang yang seperti apa, lalu siapa pemenangnya, silahkan tonton sendiri filmnya. Aku sangat merekomendasikan!!


Film ini sangat menghibur dan konyol (tanpa jaran), tapi sangat tidak disarankan bagi orang-orang yang mudah jijik untuk menontonnya sembari makan. Semua pemain adalah anak-anak. Meskipun begitu film ini tetap mencoba memakai gaya film action hollywood, tentunya dengan modifikasi sedemikian rupa yang akhirnya memancing tawa.


Konon (jangan dibaca terbalik - seperti yang disarankan Alm. Kasino) katanya pembuatan film ini dilakukan di lingkungan tempat tinggal Dennis. Konon katanya pula pemeran Meler yakni Abdul Latief (Adul “Wara-Wiri), saat itu masih berprofesi sebagai tukang parkir di daerah tempat tinggal Dennis. Dan film inilah yang mengorbitkan Adul hingga akhirnya bisa masuk ke dalam dunia hiburan.

Silahkan Klick di sini buat liat halaman Youtube-nya.

09 Januari, 2009

Dirty Pretty Things (Film)


Pernahkah terpikirkan oleh anda, bagaimana jika kita hidup secara ilegal di suatu negara? Toing belum pernah. Tapi Toing mempunyai sedikit gambaran mengenai kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi jika berada dalam keadaan seperti itu. Itu karena Toing baru melihat film Dirty Pretty Things. Film keluaran akhir tahun 2002 ini merupakan besutan sutradara Stephen Frears (Dangerous Liaisons, High Fidelity) dan dibintangi antara lain oleh Chiwetel Ejiofor (Okwe), Audrey Tautou (Senay), Sergi Lopes (Sneaky/Juan), dan Benedict Wong (Guo Yi).


Hidup secara ilegal di sebuah negara, selalu dibayang-bayangi oleh kejaran petugas yang berwenang. Mempunyai kedudukan yang lemah dan rentan untuk dimanfaatkan oleh orang lain. Hal itulah yang dialami oleh Okwe, seorang mantan Dokter di Nigeria yang kini menjadi buronan dan dalam pelariannya di London bekerja sebagai supir taksi pada siang hari dan bekerja di hotel di waktu malam.


Di London, Okwe tinggal di sebuah apartemen bersama Senay, seorang wanita muslim berasal dari Turki yang mempunyai mimpi untuk pergi dan tinggal di New York. Okwe dan Senay bekerja pada hotel yang sama, yang dikelola oleh Sneaky. Pada awalnya semua berjalan baik-baik saja, sampai pada akhirnya konflik muncul ketika Senay yang nantinya jatuh cinta pada Okwe, diburu oleh petugas imigrasi. Senay dicurigai telah bekerja, yang mana seharusnya ia baru boleh bekerja setelah lewat kurun waktu 6 bulan tinggal di London. Juga ketika Okwe mencium adanya kejanggalan di hotel tempatnya bekerja setelah membersihkan sebuah kamar di hotel tersebut.


Okwe sendiri juga mempunyai sebuah mimpi seperti halnya Senay. Ia berkeinginan untuk pulang ke Nigeria. Tapi keadaan belum memungkinkan ia untuk merealisasikannya. Sebagai seorang mantan Dokter, Okwe kerap membantu sesamanya yang kesulitan. Ia juga berteman dengan Guo Yi, seorang Asia yang bekerja di suatu rumah sakit. Guo Yi ini nantinya yang akan banyak membantu Okwe ketika ia mengalami kesulitan.


Jika anda ingin tahu apa yang menyebabkan Okwe pergi dari Nigeria. Kemudian bagaimana akhir kisah cinta Senay kepada Okwe. Juga kejanggalan apa yang ada di hotel tempat Okwe dan Senay bekerja. Tak lupa pula perjuangan Senay untuk meraih mimpinya dan bagaimana masalah-masalah yang muncul ketika ia menghindar dari kejaran petugas imigrasi, serta kesulitan yang dihadapi imigran gelap seperti Okwe sebagai seorang mantan Dokter yang sangat rentan untuk dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mengambil keuntungan darinya, maka sebaiknya lekas tonton saja film ini.


Film ini mengajarkan kepada kita bahwa hidup itu memang penuh dengan pilihan. Yang terkadang menempatkan kita pada pilihan yang sulit, antara hitam dan putih. Yang terkadang pula seakan-akan kita hanya mempunyai satu pilihan untuk kita ambil dan jalani. Padahal sebenarnya ada pilihan lain yang telah menunggu untuk kita ambil.


Menonton film ini tidak terlalu membuat pusing kepala. Namun bukan berarti film ini tontonan yang mengecewakan. Menurut Toing, film drama ini tidak terlalu menipu akal sehat kita. Toing memberi nilai 3,5 dari total nilai sempurna 5. dan sebagai informasi tambahan, film ini masuk nominasi oscar untuk kategori “Best Original Screenplay” dan berhasil memenangkan “Best Independent British Film” di ajang British Independent Film Award. Kesemuanya di tahun 2003.


Lebih lengkap mengenai film ini bisa dilihat di sini (imdb.com), dan di sini (metacritic.com), juga di sini (wikipedia), serta di sini (rottentomatoes.com)

Gambar di unduh dari wikipedia.

06 Januari, 2009

Milk (Film)


Toing pernah bermimpi sewaktu ia tidur pada suatu malam yang kelam. Bermimpi tentang dirinya sendiri. Dalam mimpinya, ia adalah seorang yang berkubang dengan kemiskinan. Hidupnya susah. Kasian deh pokoknya. Menyedihkan. Sampai pada akhirnya toing merasa bahwa sebenarnya ia telah ditindas secara halus oleh negaranya. Ia dimiskinkan oleh sistem yang ada.

Merasakan kenyataan ini, toing berontak. Ia melawan. Ia berusaha memperjuangkan apa yang ia anggap sebagai sebuah kebenaran. Berusaha merubah sistem yang sedang berjalan. Berjuang tidak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk semua orang yang senasib dengannya.


Tapi perjuangan mahal harganya. Banyak yang harus ia korbankan. Namun hal ini tidak menyurutkan langkahnya. Ia tetap terus berjuang. Melawan negara. Melawan pemilik kekuasaan. Yang pada akhirnya semua ini berbalik menjadi sebuah kematian. Toing dibunuh oleh lawan politiknya.


Ketika semua usai, toing terbangun dari tidurnya. Menyadari bahwa semua itu tadi hanyalah bunga tidur (bukan bunga pasir tentunya). Ia mengatur nafasnya, berusaha menenangkan diri. Seketika itu pula ia teringat pada film yang tadi ia tonton sebelum memejamkan mata. Film garapan Gus Van Sant yang berjudul “Milk”. Toing merasa apa yang telah ia tonton tadi, mempengaruhi istirahat malamnya melahirkan sebuah mimpi buruk dalam tidurnya.


Film tersebut berdasarkan kisah nyata kehidupan seorang politisi di Amerika Serikat, Harvey Milk. Dia adalah aktivis yang memperjuangkan hak-hak kaum gay dan juga seorang yang mengakui secara terbuka bahwa ia gay, yang pertama kali berhasil menjadi pejabat publik di California melalui pemilihan yang diselenggarakan. Dia berhasil menjadi anggota dari “San Francisco Board of Supervisors”.


Dikisahkan pada film tersebut perjalanan hidup Harvey Milk dari yang sebelumnya seorang wirausahawan menjadi seorang aktivis dan politisi hingga akhirnya pembunuhan atas dirinya oleh anggota Supervisors yang lain. Di sana diperlihatkan bahwa perjuangannya untuk membela hak-hak kaumnya tidak selalu berjalan mulus. Mulai dari kegagalan dalam pemilihan-pemilihan sebelum akhirnya berhasil terpilih, kemudian perginya orang yang ia cintai, sampai dengan pembunuhan atas dirinya oleh rekan kerjanya sendiri.


Film ini menjadi menarik, karena berdasarkan sejarah, di ambil dari kejadian yang nyata terjadi di tahun 70-an. Di samping itu juga disisipkannya rekaman-rekaman asli yang berhubungan dengan kejadian tersebut di dalam film. Terlebih lagi, penampilan Sean Penn yang cukup apik dalam memerankan tokoh Harvey Milk.


Setelah mengatur nafasnya beberapa saat, toing akhirnya bisa tenang kembali. Ia meneguk segelas air, dan melanjutkan kembali tidurnya. Memejamkan mata sambil berharap bahwa dunia akan tetap baik-baik saja. Berharap besok tidak terjadi apa-apa pada dirinya.


*mengenai film “Milk”, dapat dilihat di sini (imdb.com), dan di sini (metacritic.com), juga di sini (wikipedia), serta di sini (rottentomatoes.com)*

Gambar di unduh dari wikipedia.


 
Template by suckmylolly.com - background image by elmer.0