08 Januari, 2009

Aku Ingin Perdamaian!!


Beberapa hari belakangan ini Toing sedikit gusar. Bukan karena sedang sakit. Bukan pula karena kehilangan dompetnya. Ia gusar setelah sering mengikuti berita tentang kekejaman Israel dalam konfliknya dengan Palestina. Kejadian ini mengingatkan Toing pada peristiwa di negara Afganistan, Irak, dan juga pada peristiwa di daerah-daerah negara dimana Toing tinggal. Semuanya mengenai peperangan. Tentang bersimbahnya darah orang-orang yang tak berdosa.


Kemudian Toing mempunyai sebuah keinginan. Keinginan yang cukup, entah lucu atau mungkin malah dapat dikatakan bodoh. Toing ingin mengirim sebuah bingkisan kepada Perdana Menteri Israel yang saat ini sedang menjabat, Ehud Olmert. Bingkisan itu berupa sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Superman Is Dead (SID) yang berjudul Kuat Kita Bersinar.


Kuat Kita Bersinar – Superman Is Dead


Ku tatap dunia

Terasa perih luka di dada

Pertempuran manusia

Yang buta indahnya perbedaan

Oh indahnya..

Ku bisa engkau pun bisa

Melupakan kebencian yang ada

Bersama kita terluka

Bersama kita bisa tertawa, dan tertawa


Ayo bangun dunia di dalam perbedaan

Jika satu tetap kuat kita bersinar

Harus percaya tak ada yang sempurna

Dan dunia kembali tertawa


Bayangkan dan senyumlah

Mahkota emas tiada artinya

Ketika raja dan ratu

Pemimpin dunia semua bersatu, dan bersatu


Jabat erat tanganku kawan

Kau tak akan pernah sendiri

Hancurkan dendam dengan cinta di dada

Untuk semua manusia


^gambar diunduh dari http://www.usunity.org/whoweare/whatwebelieve.html^

07 Januari, 2009

Negara, Kamu Ada Di Mana?







saat ini, hal seperti ini sudah biasa terjadi.
tapi bukan berarti harus menjadi kebiasaan.
kami memang rakyat kecil. terjebak dalam kemiskinan.
entah apakah kami memang dimiskinkan?

saat ini,
kami tidak ingin rumah mewah.
berbelanja di mall.
atau makan di restoran mahal.

kami ingin hidup dengan tenang.
ingin terbebas dari rasa lapar.
kami hanya ingin diperhatikan.

saat kami bersimbah peluh.
menunggu tanpa kepastian.
dalam hati kami bertanya,

dimanakah engkau berada wahai NEGARA-ku?



^foto diambil dengan kamera HP SE K510i, pada Selasa 6 Januari 2008 14:35, di Jl. HR. Bunyamin Purwokerto, Jawa Tengah^

06 Januari, 2009

Milk (Film)


Toing pernah bermimpi sewaktu ia tidur pada suatu malam yang kelam. Bermimpi tentang dirinya sendiri. Dalam mimpinya, ia adalah seorang yang berkubang dengan kemiskinan. Hidupnya susah. Kasian deh pokoknya. Menyedihkan. Sampai pada akhirnya toing merasa bahwa sebenarnya ia telah ditindas secara halus oleh negaranya. Ia dimiskinkan oleh sistem yang ada.

Merasakan kenyataan ini, toing berontak. Ia melawan. Ia berusaha memperjuangkan apa yang ia anggap sebagai sebuah kebenaran. Berusaha merubah sistem yang sedang berjalan. Berjuang tidak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk semua orang yang senasib dengannya.


Tapi perjuangan mahal harganya. Banyak yang harus ia korbankan. Namun hal ini tidak menyurutkan langkahnya. Ia tetap terus berjuang. Melawan negara. Melawan pemilik kekuasaan. Yang pada akhirnya semua ini berbalik menjadi sebuah kematian. Toing dibunuh oleh lawan politiknya.


Ketika semua usai, toing terbangun dari tidurnya. Menyadari bahwa semua itu tadi hanyalah bunga tidur (bukan bunga pasir tentunya). Ia mengatur nafasnya, berusaha menenangkan diri. Seketika itu pula ia teringat pada film yang tadi ia tonton sebelum memejamkan mata. Film garapan Gus Van Sant yang berjudul “Milk”. Toing merasa apa yang telah ia tonton tadi, mempengaruhi istirahat malamnya melahirkan sebuah mimpi buruk dalam tidurnya.


Film tersebut berdasarkan kisah nyata kehidupan seorang politisi di Amerika Serikat, Harvey Milk. Dia adalah aktivis yang memperjuangkan hak-hak kaum gay dan juga seorang yang mengakui secara terbuka bahwa ia gay, yang pertama kali berhasil menjadi pejabat publik di California melalui pemilihan yang diselenggarakan. Dia berhasil menjadi anggota dari “San Francisco Board of Supervisors”.


Dikisahkan pada film tersebut perjalanan hidup Harvey Milk dari yang sebelumnya seorang wirausahawan menjadi seorang aktivis dan politisi hingga akhirnya pembunuhan atas dirinya oleh anggota Supervisors yang lain. Di sana diperlihatkan bahwa perjuangannya untuk membela hak-hak kaumnya tidak selalu berjalan mulus. Mulai dari kegagalan dalam pemilihan-pemilihan sebelum akhirnya berhasil terpilih, kemudian perginya orang yang ia cintai, sampai dengan pembunuhan atas dirinya oleh rekan kerjanya sendiri.


Film ini menjadi menarik, karena berdasarkan sejarah, di ambil dari kejadian yang nyata terjadi di tahun 70-an. Di samping itu juga disisipkannya rekaman-rekaman asli yang berhubungan dengan kejadian tersebut di dalam film. Terlebih lagi, penampilan Sean Penn yang cukup apik dalam memerankan tokoh Harvey Milk.


Setelah mengatur nafasnya beberapa saat, toing akhirnya bisa tenang kembali. Ia meneguk segelas air, dan melanjutkan kembali tidurnya. Memejamkan mata sambil berharap bahwa dunia akan tetap baik-baik saja. Berharap besok tidak terjadi apa-apa pada dirinya.


*mengenai film “Milk”, dapat dilihat di sini (imdb.com), dan di sini (metacritic.com), juga di sini (wikipedia), serta di sini (rottentomatoes.com)*

Gambar di unduh dari wikipedia.


 
Template by suckmylolly.com - background image by elmer.0