15 September, 2008

Pujangga Kelas Teri

pengen ketawa nih jadinya..kenapa? karena gw sok-sokan bikin puisi githu deh..tepatnya 2 biji puisi..bener-bener pujangga kelas teri dah..kucluk banget..semuanya terinspirasi ama evaluasi kegiatan di sebuah organisasi yang gw ikutin di kampus..dan inilah 2 puisi kucluk tersebut..silahkan dilewati....
hahaha,,,

Cerita Tentang Kebenaran

Lihatlah itu di sana

Ada seorang ustadz

Mengeluarkan bau busuk dari mulutnya

Apakah kita harus menghirupnya?

Mengikuti pikiran yang terpenjara

Lihatlah pula itu di sana

Seorang penjahat pembunuh para manusia

Wangi tercium dari mulutnya

Apakah kita mau merasakannya?

Atau terbutakan dengan sendirinya

Tiada semua tercipta utuh membulat

Cacat tersembunyi ataupun tampak pastilah ada

Akankah kita selalu terkungkung oleh pandangan

Tanpa mau meresapi apa yang sebenarnya ada padanya

NewYorkerto*140908


nah ntu yang ptama..kalo ini yang kedua..dijamin lebih kucluk lagi dah..hehe,,

Aku, Kamu, dan Dia

Aku, kamu, dan dia

Sama-sama terlihat indah dengan mahkota pemberian-Nya

Kepunyaanku panjang dan hitam

Selegam batu bara di perut bumi

Namun, kemerahan yang terlihat ada padamu

Sang surya telah campur tangan mewarnainya

Dan miliknya, berhasil mengingatkan kepada jalanan di pegunungan

Aku, kamu, dan dia

Tak bisa lepas dari sepakbola

Kecemerlanganku dalam hal mengoyak pertahanan lawan

Dirimu, mempesona di antara kedua tonggak di ujung lapangan

Dan dia tangkas membuyarkan jalinan simfoni ancaman

Aku, kamu, dan dia

Merasakan dahaga yang serupa

Air berkarbonasi yang aku cari

Saripati hewani kau cicipi

Dan dia menuntaskannya dengan setetes murka ilahi

Aku, kamu, dan dia

Tercipta dengan anugrah yang tak ternilai

Dilengkapi oleh sebongkah processor canggih

Tak terjangkau kreasi tangan manusia

Namun itu membawaku ke kiri

Membawamu ke tengah

Dan membawanya ke kanan

Semua ini nyata adanya

Menerima adalah jalan satu-satunya

Ataukah kita telah siap berjumpa malapetaka

New Yorkerto*140908


26 Agustus, 2008

Bertanya dan Dijawab

Berikut sekelumit wawancara yang belum pernah terjadi antara dungdungpret di sudut biru dengan Katro Magazine di sudut merah.

Katro magz (KM) : sejak kapan anda mulai nge-Blog? (terdengar suara ayam berkokok)

Dungdungpret (^o^) : sudah sangat lama sekali, yaitu sejak dahulu kala tanpa jusuf.. tepatnya tgl 20 Agustus 2008, yang ditandai dengan suara raungan motor yang lewat depan warnet ketika saya berada saat itu.

KM : tapi kenapa tertulis bahwa anda terdaftar di blogger.com sejak bulan Desember 2007?

(^o^) : ya itu suka-suka saya dong. Kan itu blog saya, bukan punya kamu (sembari mengacungkan seutas golok ke arah KM).

~setelah beberapa menit menghirup debu-debu yang beterbangan dan hampir teracuni olehnya~

hmmm….itu sebenarnya ada kisahnya tersendiri kenapa bisa seperti itu. dan bila diceritakan dalam sebuah buku, bisa mengalahkan tebalnya KBBI yang ada di perpus kampus saya. Tapi karena dari mimik wajah kamu yang sangat memaksa saya untuk menceritakannya, maka baiklah akan saya ceritakan di sini. Jadi ceritanya begini, dulu saya sempet bikin account di situ (blogger.com.Red) pada bulan Desember 2007. Tapi hanya bikin thok, dan selanjutnya tidak pernah saya jamah lagi. Bahkan saya keras berusaha untuk melupakannya, karena sudah saya tanamkan di hati saya yang paling dalam, bahwa perbuatan saya menelantarkan itu termasuk dosa terbesar yang saya pernah lakukan (diutarakan dengan mata berkaca-kaca, tepatnya kaca nako). Kemudian ketika pertengahan Agustus 2008 hati saya tergugah untuk nge-Blog disebabkan teman di fatahilla.blogspot.com, saya coba beranikan diri ini untuk kembali membuat account di blogger.com. selanjutnya karena pendaftarannya memakai e-mail yang sama seperti dahulu kala, lagi-lagi tanpa jusuf, maka terteralah di blog saya bahwa terdaftar sejak Desember 2007. karena memang sekali lagi, pada saat itu saya sempat membuat account di blogger.com. begitu ceritanya,,

KM : kemudian apa yang melatar belakangi anda untuk nge-Blog (lagi)?

(^o^) : yang melatar belakangi saya untuk nge-Blog adalah adanya sebuah bisikan.

KM : wah tampaknya alasan saudara cukup mistis yah? (sambil berusaha menenangkan segenap bulu kuduk yang mulai bangun)

(^o^) : tidak juga, karena memang waktu itu yang membisiki saya adalah seorang teman. Saat itu kita berdua (keadaan waktu itu hanya ada saya dan teman saya satu orang, ini yang berhasil ditangkap oleh mata saya) sedang berbincang-bincang mengenai teman saya yang mulai nge-Blog. Lalu pembicaraan berlanjut kepada ajakannya untuk mengikuti jejaknya itu. Tapi memang sangat disayangkan sekali saat itu ajakannya dilakukan dengan cara berbisik kepada saya. Entah mengapa dia berlaku seperti itu. mungkin karena saat itu sudah malam.

KM : selain bisikan tersebut, adakah alasan yang lain?

(^o^) : iya ada.

KM : apa itu?

(^o^) : Hal yang cukup rahasia menurut saya.

KM : Apa yang menurut anda rahasia itu?

(^o^) : Lho, namanya juga rahasia. Jadi saya tidak bisa mengatakannya kepada kamu. Kalo saya katakan berarti itu bukan rahasia dong.

KM : Tapi kan ada yang namanya rahasia umum. Rahasia yang diketahui oleh khalayak umum (entah definisi dari mana ini?). dan itu judulnya tetep ada kata rahasia-nya. Gimana?

(^o^) : Oh iya ya. Berarti ga masalah kalo ini saya utarakan ya. Tapi ini tetep rahasia lho.

Jadi alasan yang lain adalah karena saya ingin selalu bahagia. Karena kalo hidup di dunia yang sudah kaya begini kacaunya, dan kemudian ditambah saya tidak bahagia, matilah saya. Mau di taruh dimana duit saya kalo saya ga punya kantong ataupun dompet?(diucapkan dengan nada yang menggelora layaknya sang pemimpin upacara di sebuah SD pada senin pagi).

KM : Kok saya malah jadi bingung ya? Apa hubungannya anda nge-Blog dengan ingin selalu bahagia? Di mana korelasinya?

(^o^) : Begini, rasa bahagia itu bisa diusahakan dengan cara yang bermacam-macam. Tiap orang punya cara masing-masing. Nah kebetulan saya cukup menemukan kebahagiaan ketika bisa memperlihatkan tulisan-tulisan saya yang sangat asal-asalan itu kepada khalayak sidang pembaca (meniru istilah dari bung joesatch) yang budiman (bukan dimaksudkan sebagai nama sebuah perusahaan otobus). Ditambah lagi saya mendapatkan kebahagiaan dari proses belajar menulis di sini. Karena saya sangat yakin jika menulis (yang baik tentunya) itu bukan suatu hal yang hanya didapat dengan cara mempelajari teori-teori dalam menulis. Menulis itu harus dilakukan berulang-ulang, menulis adalah sebuah proses. Dan ketika saya memelihara Blog, tentu saja saya harus selalu memberinya “makanan”, yakni tulisan. Jadi intinya saya sedang belajar menulis yang baik dan rangkaian kegiatan belajar ini mendatangkan kebahagiaan untuk saya.

KM : Lalu mengenai ucapan anda yang berbunyi, “Mau di taruh dimana duit saya kalo saya ga punya kantong ataupun dompet?” maksudnya apa?

(^o^) : Ooh itu hanya emosi sesaat saja dari saya pribadi.. hohoho,,

Namanya juga manusia, kadang suka khilaf dan ga nyambung.

KM : Yang ingin saya tanyakan berikutnya adalah mengenai tema. Biasanya para blogger itu membuat Blognya mengusung tema sesuatu. Nah, tema Blog anda sendiri itu apa?

(^o^) : Sebelum saya menjawab pertanyaan kamu, perkenankanlah diri saya ini untuk undur diri ke belakang. Bagaimana, boleh tidak? Soalnya gejala yang saya rasakan ini sudah dipending sejak ayam berkokok tadi.

KM : Oh, boleh saja. Silahkan. Saya tidak ingin hak asasi anda kok

~kemudian, dungdungpret menuju ke belakang (WC.Red). dan waktu pun terus bergulir. Detik berganti menit. Hitungan menit berubah menjai hitungan jam. Dan akhirnya setelah (((((8/4)+6)x2)-6)/5) jam tetap saja dungdungpret belum kembali, pihak Katro Magazine pun meninggalkan tempat kejadian wawancara tersebut dengan langkah gontai yang berirama~

Asalnya Dari Mana?

Usually (pancen so’ keminggris kie bocah), pas kita berkenalan dengan seseorang di kehidupan dunia ini salah satu pertanyaan yang terlontar sebagai cara untuk mengenal si lawan bicara adalah, “orang mana?” atau “asalnya dari mana?”. Dan salah satu dari bermacam-macam nama daerah di muka bumi ini pun akan terdengar sebagai jawaban. Tapi di tulisan ini Gw bukan mau mempertanyakan kenapa jarang (ato bahkan tidak ada) yang memberi jawaban dengan menyebutkan salah satu dari nama planet yang ada, ato menyebutkan nama-nama dunia lainnya (contoh: neraka, surga, alam kubur, alam barzah, dunia dragon ball, dunia doraemon, dll). Karena memang sedari awal gw mo nulis, bukan itu yang gw niatkan. Bukankah kalo mau melakukan sesuatu itu baiknya didahului dengan niat? Itu juga yang gw lakukan.

Lalu apa yang sebenarnya ingin gw pertanyakan kalo begitu? (karena tulisan ini memang berakhir pada sebuah pertanyaan). Yaitu nama daerah mana yang layak kita sebutkan jika bertemu dengan pertanyaan seperti di atas, sedangkan dalam hidup kita ada beberapa daerah yang terkait. Contoh kasusnya adalah apa yang gw alamin sendiri. patut diketahui, bahwasanya gw berasal dari buah cinta dan kasih dua orang anak manusia dewasa yang berasal dari Jogjakarta dan Purbalingga. Kemudian kelahiran gw yang amat sangat bersejarah itu terjadi di Jogjakarta. Dan hingga kelas satu es-de (tapi kaga mpe selese, Cuma sepertiga awal ajah) gw tetap berjibaku di daerah Jogjakarta. Selanjutnya perkembangan kejiwaan gw sedari umur 6 tahun sampai dengan umur 17 tahun adalah di daerah Tangerang - Jakarta. Dan karena merasa terpanggil, selepas SMA melanjutkan kisah kehidupan di kota Purwokerto hingga saat ini.

Nah dari fakta-fakta di atas, daerah manakah yang kemudian cocok untuk dijadikan jawaban dari sebuah perkataan yang mempertanyakan mengenai asal daerah gw? Hingga kini pun gw masih belum mempunyai konsistensi dalam memberi jawaban tersebut. Kadang gw mengatakan dari Tangerang, pernah juga njawab dari Jakarta (karena dulu ketika belum ada propinsi Banten, rumah gw masih termasuk dalam wilayah Jakarta), dan sering pula gw mengatakan berasal dari Jogjakarta (meskipun kini hanya ketika mudik lebaran saja gw bertandang ke Jogjakarta). Jadi sebenarnya parameter apa yang kita gunakan untuk mengatakan bahwa daerah tersebut adalah daerah asal kita? Apakah tempat kelahiran, tempat tinggal ato domisili saat ini, tempat dimana rumah kita berada, atau daerah dimana kita menghabiskan sebagian besar waktu hidup kita? Atau bahkan mengikuti daerah asal salah satu orang tua kita? Jika seperti itu, mengikuti daerah asal ayah atau Ibu?

Ada yang bisa memberikan jawabannya?

 
Template by suckmylolly.com - background image by elmer.0