10 Februari, 2009

Saya Menantikan Buku Ini!!!


Ada kabar gembira untukku dan untuk lainnya yang merasa gembira juga. Datang dari blognya haji pidi baiq, katanya buku “Drunken Mama” sudah selesai dicetak. Sekarang dalam proses pendistribusian. Tak sabar rasanya untuk segera memiliki buku tersebut. Untuk melengkapi buku-buku sebelumnya, yaitu “Drunken Monster” dan “Drunken Molen”.


Apa yang membuatku begitu antusias dengan kehadiran buku ini? Jawabannya adalah karena ini buku bikinan haji pidi baiq. Aku suka tulisan dia. Terbukti dari kesukaanku pada buku-buku sebelumnya.


Sebenarnya ini buku hasil tulisan haji pidi baiq yang sangat biasa (hehe,,). Isinya mengundang tawa. Satu buku dengan beragam cerita. Dengan struktur kalimat yang ajaib. Dapat membuat pusing orang yang menjadi editornya. Contohnya ini, satu paragraf yang diambil dari tulisan yang berjudul “Jalan Ke Mana-mana” di buku Drunken Monster.

Hari sudah pagi. Ini hari minggu. Lari pagi. Makan dan minum pagi, itu sarapan pagi namanya. Kasih makan si kucing. Itulah herder saya yang menurut pendapat saya ia cukup gagah. Anak, dan istri, dan mertua, dan bibi, dan keponakan sejak malam mereka pergi ke Jakarta. Jangan tanya pada mau apa karena saya tidak akan menjawabnya. Saya tidak ikut karena harus manggung malam minggu tadi itu.

Atau paragraf yang ini (“Berburu UFO”, Drunken Molen)

Pada hari sabtu itu, Timur tidak masuk sekolah, tetapi bukan karena timur ada maksud mau menghormati hari Sabat, karena kamu tahu, Timur, sekaligus orangtuanya, sekaligus juga kakek neneknya, jelas-jelas bukan orang Yahudi. Meskipun mungkin, kemungkinan besar, bersumber dari satu manusia yang bernama Adam. Atau bukan?


Selain itu juga ide-ide tulisannya yang sangat jenius (lebay mode on). Membuat hati bimbang, “ini kejadian nyata atau hanya fiksi belaka?”. Sebagai contoh adalah tulisan yang berjudul “Naruto Bersyukur” di buku Drunken Molen, diceritakan bahwa pidi baiq menyelenggarakan acara syukuran di rumahnya. Acara ini diselenggarakan karena Timur, anak pertama pidi baiq, telah berhasil menamatkan game Naruto. Tentu saja para warga sekitar yang hadir menjadi sedikit kebingungan. Atau kisah lainnya ketika pidi baiq menyamar menjadi patung ketika ada pengamen bertandang ke rumahnya (“Patung Pengamen”).


Sebenarnya tulisan-tulisan yang ada di buku-buku tersebut sebelumnya ada di blog beliau, yakni www.pidibaiq.multiply.com. Namun akhirnya setelah dibukukan, tulisan-tulisan tersebut tidak ditampilkan lagi secara utuh di blognya. Aku pun pertama kali tahu mengenai tulisan-tulisan ini adalah lewat blog beliau. Dan ketika membeli buku yang pertama (Drunken Monster) sebagian besar ceritanya sudah aku baca. Tapi tetap saja aku membeli bukunya. Agar teman-temanku lainnya dapat ikut membacanya dengan mudah.


Tulisan-tulisan haji pidi baiq meskipun mengundang tawa dan terkesan asal-asalan, namun tetap mempunyai nilai-nilai yang dapat kita petik jika kita mau memikirkannya secara mendalam. Dan kadang-kadang terselip juga kritik-kritik sosial di dalamnya.


Tadinya saya hanya tau kalo haji pidi baiq itu vokalis dari sebuah band bernama The Panasdalam (meskipun konon katanya kini sudah tidak lagi), namun setelah membaca bukunya, tidak hanya itu yang saya tau. Ternyata beliau juga merupakan seorang mantan Dekan dan juga ilustrator di penerbit Mizan. Selain itu beliau masih disibukkan dengan beragam aktivitas lainnya.


Pada buku drunken monster, kata pengantarnya ditulis oleh Prof. Dr. Bambang Sugiharto. Beliau adalah Guru Besar Filsafat di Unpar dan ITB. Pendapat beliau mengenai buku tersebut, “Buku ini adalah perayaan ide karnaval anarki wacana. Semacam jazz yang improvisasi kecerdasannya begitu nakal dan semena-mena. Tidak disarankan bagi para intelektual yang arif dan bijaksana”.


Tertarik untuk memiliki buku Drunken Mama seperti saya? Cari saja segera di toko-toko buku terdekat.


5 tanggapan:

kw mengatakan...

lucu banget ya...
ok deh aku mau nyari.. :)

radesya mengatakan...

Kayaknya menarik ya...

budiono darsono mengatakan...

minggu ke toko buku mau nyari buku ini juga. Selamat dah....sukses....

Ndoro Seten mengatakan...

woalah jebul dulu sampeyan wong Tempel to?
Lha saiki ning ndi mas?

Aku kulon Krasak mas...

omoshiroi mengatakan...

:::kw
monggo,,

:::radesya
he'e

:::budiono darsono
sampe sekarang saia belum dapet om..hiks,,

:::ndoro seten
inggih kang. tapi cuma sampe pertengahan kelas satu esde di sananya. setelah itu ikut orang tua pindah ke ciputat, tangerang.
sekarang rumah masih di ciputat, tapi saia lagi kuliah di NewYorkerto.

 
Template by suckmylolly.com - background image by elmer.0