31 Desember, 2008

Pemimpin Muda

Ketika jalan-jalan di ranah maya, tak sengaja saya menemukan berita ini..
Inspirasi Seorang Walikota Muda
Author : Rizka Azizah

VIVAnews - Kota yang dipimpin oleh seorang walikota berusia diatas 40 tahun adalah hal wajar. Namun, jika ada kota yang bersedia untuk dipimpin oleh seorang walikota yang baru berusia 19 tahun, itu baru luar biasa. Cukup unik memang.

Namun hal tersebut nyata terjadi disebuah kota kecil yang terletak di negara bagian Amerika Serikat bernama Oklahoma. Kota tersebut bernama City of Muskogee, yang baru saja memilih walikota baru, bernama Mayor John Tyler Hammens.

Terpilihnya walikota berusia 19 tahun tersebut memang cukup mengejutkan dunia. Maklum, selain usianya yang masih sangat muda, Mayor John Tyler juga baru saja menyelesaikan tahun pertamanya sebagai mahasiswa Ilmu Politik di Universitas Oklahoma.

Mungkin, jika itu terjadi di kota- kota lain seperti yang ada di Jawa Timur, atau kota- kota lain yang ada di Indonesia, hal tersebut akan menjadi bahan tertawaan. Kaum muda seusia itu dinilai masih terlalu dini dan belum pantas untuk bisa memimpin sebuah kota di Indonesia.

Awalnya, saya sangat penasaran dengan sosok walikota muda tersebut. Beberapa informasi tentangnya hanya saya dapatkan lewat media massa, baik dari buku, surat kabar, televisi serta internet. Informasi tersebut tidak membuat saya langsung ‘percaya’ bahwa seseorang yang masih berusia 19 tahun dapat dipercaya oleh masyarakat kota Muskogee untuk memimpin sebuah kota.

Bahkan, kaum senior yang mempunyai lebih banyak pengalaman dibidang politik juga bersedia memilih John Tyler Hammens untuk memimpin Kota Muskogee. Sungguh hebat namun masih terkesan tak masuk akal bagi saya.

Namun, presepsi saya tentang sosoknya yang masih muda itu berubah saat saya diberi kesempatan untuk bertemu dan berdialog langsung dengannya. Kesempatan tersebut saya dapatkan lewat program International Visitor Leadership Program (IVLP) yang saya ikuti di Amerika Serikat.

Program tersebut adalah program tahunan yang diadakan oleh Departement of State untuk bisa meningkatkan pengertian dan kerjasama antar dua negara, yaitu antara Amerika dan Indonesia. Bersama 10 orang mahasiswa seluruh Indonesia yang juga mewakili Duta Muda ASEAN- Indonesia, saya ditugaskan untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Beberapa jadwal kunjungan serta diskusi telah disiapkan oleh pihak penyelenggara. Salah satunya adalah kunjungan ke Muskogee City Hall di Oklahoma, untuk berdialog dengan Mayor John Tyler Hammens, seorang pemuda berusia 19 tahun, yang baru saja terpilih sebagai walikota Muskogee.

Sosoknya yang muda, ganteng serta enerjik menjadi magnet tersendiri saat pertama kali bertemu dengannya. Ditambah dengan sikapnya yang ramah saat menyambut delegasi Indonesia.

Dalam dialog yang membahas tentang keberhasilannya menjadi walikota Muskogee dalam usia yang masih sangat muda, saya baru menyadari betapa cerdasnya John Tyler.

Meskipun masih muda, ia mampu menangani suasana diskusi dengan baik. Ia tidak saja menjadi komunikator yang terus berbicara, namun juga secara komunikatif dan interaktif, dan mengajak saya dan teman- teman untuk bertukar pikiran. Sehingga, topik politik yang biasanya identik dengan generasi pendahulu, menjadi topik yang menyenangkan untuk didiskusikan bagi kaum muda.

Pertemuan dengan walikota muda tersebut sangat membekas di hati saya dan juga teman- teman. John Tyler memang sangat cerdas. Beberapa pertanyaan yang kami ajukan dijawabnya dengan memuaskan, tanpa ada kesan menggurui.

Pada saat pemilihan Walikota Muskogee, John Tyler harus bersaing dengan kandidat lain yang usianya lebih senior serta memiliki pengalaman yang juga lebih banyak darinya.

Namun, kemenangannya sebagai walikota Muskogee tidak lantas membuat John Tyler menjadi sombong. Dengan rendah hati, ia menyatakan, bahwa ia ingin membuat perubahan yang inovatif untuk kota kecil Muskogee, sebagai kota yang sangat ia cintai, tanpa melupakan kontribusi dari kalangan manapun, termasuk generasi pendahulu.

John Tyler memang pantas menjadi walikota. Selain cerdas, ia juga pintar membawa diri. Ia tahu bagaimana harus bersikap, saat berada ditengah- tengah pemuda, yang tentu saja berbeda saat ia harus berhadapan dengan kalangan pejabat yang usianya relatif lebih tua darinya.

Ia merupakan sosok inspiratif bagi semua pemuda di Indonesia, bahkan didunia. Prestasinya sebagai walikota termuda didunia memang patut dibanggakan.

Ia telah membuktikan pada dunia, bahwa meskipun masih muda, ia mampu menjadi pemimpin yang disegani semua rakyatnya. Jika biasanya pemuda hanya diidentikkan dengan kegiatan negatif yang sifatnya hura- hura, maka John Tyler mampu mengubah stereotip tersebut. Ia mampu menunjukkan, bagaimana seseorang yang masih muda bisa memimpin sebuah kota.

Saya sangat mengagumi sosok John Tyler sekaligus mengagumi kota Muskogee. Kota tersebut memang hanyalah kota kecil. Namun, tata kotanya sangat tertata rapi. Sejak awal kedatangan, saya hampir tidak pernah melihat adanya sampah secuil pun dijalan. Udaranya juga bersih dan asri.

Masyarakatnya juga lebih menyukai budaya jalan kaki ketimbang menggunakan kendaraan bermotor. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat Muskogee yang berjalan di trotoar berukuran lebar dengan langkah yang cukup cepat.

Sungguh kondisi yang positif dari sebuah kota. Hal tersebut pastinya tidak luput dari kontribusi yang diberikan oleh pemerintah kota Muskogee, termasuk kerjasama yang baik antara John Tyler sebagai walikota bersama dengan beberapa stafnya.

Kerjasama yang terlihat dalam pemerintahan kota Muskogee adalah kerjasama yang kompak, dimana antar pemimpin dan staf saling mendukung satu sama lain, serta kerjasama saling mengisi tanpa memandang usia, demi kemajuan kota Muskogee. Sehingga tak heran jika kota Muskogee mengalami kemajuan yang cukup pesat, meskipun termasuk kota kecil.

Sebagai walikota Muskogee, John Tyler terbilang cukup bijaksana. Ia mampu menyesuaikan diri dengan semua kalangan. Sebagai pemimpin muda, ia mempunyai banyak sikap positif yang patut dijadikan contoh bagi semua generasi, terutama untuk generasi muda.

Salah satu hal yang menarik adalah keinginannya untuk memberikan perubahan bagi kota Muskogee, dimana perubahan tersebut diwakili oleh sosoknya sebagai pemuda, yang dapat mencakup segala aspek dalam masyarakat. Ia menambahkan, bahwa majunya sebuah kota tidak luput dari rasa saling percaya antara generasi muda dan generasi pendahulu.

Keberhasilannya dalam memimpin kota Muskogee juga tidak lepas dari kontribusi dan masukan dari berbagai pihak, terutama dari generasi pendahulu. Selain kerjasama yang baik antara dua generasi, ia juga mengatakan bahwa untuk menghasilkan sebuah prestasi, diperlukan proses yang panjang.

Artinya, keberhasilan sebuah kota bukanlah suatu hal yang dapat dicapai dengan cara yang instant, namun harus bertahap dan melewati proses panjang yang berliku. Tentunya proses tersebut tidak akan luput dari kesalahan- kesalahan. Namun, dari kesalahan itulah maka kita akan belajar untuk lebih bijaksana.

Hal tersebut rasanya patut dijadikan contoh, dimana seorang pemuda berusia 19 tahun mampu memberikan perubahan yang inovatif, dengan menjadi seorang walikota termuda didunia. Sungguh sebuah terobosan yang hebat!

Beberapa pernyataan yang disampaikan oleh John Tyler dapat dijadikan acuan bagi kaum muda, terutama untuk memajukan sebuah kota besar seperti Surabaya. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, sudah saatnya pemimpin Surabaya membuat perubahan inovatif seperti yang dilakukan oleh Mayor John Tyler Hammens sebagai walikota Muskogee. Kerjasama yang baik antara dua generasi juga menjadi hal yang sangat penting dalam memajukan kota Surabaya.

Sudah saatnya pula, generasi pendahulu dengan generasi muda saling bekerjasama, saling mendukung satu sama lain serta tidak saling menyalahkan demi memajukan kota Surabaya. Generasi muda sudah seharusnya tidak dipandang sebelah mata oleh generasi pendahulu.

Jika masing- masing generasi memahami akan fungsinya, maka sebagai warga kota Surabaya, saya sangat yakin bahwa kota Surabaya akan semakin maju. Jika John Tyler yang masih muda saja mampu memberikan perubahan yang inovatif bagi kotanya, maka saya-pun yakin bahwa pemerintah kota Surabaya juga bisa melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik. Tentunya, dengan tidak melupakan kontribusi serta peran generasi muda Surabaya yang sebenarnya punya banyak potensi.

Sudah saatnya Surabaya berubah menjadi lebih baik, salah satunya dengan menggunakan potensi yang dimiliki oleh kaum muda. Sehingga, yang muda sudah saatnya untuk tidak dipandang sebelah mata… (reeskamania@yahoo.com)


kira-kira di Indonesia tjinta ini bisa terjadi hal yang seperti ini pula tidak ya?

13 Desember, 2008

Kata Sakti

Mengapa harus takut untuk berbuat semaunya?
Takut pada siapa?
Masyarakat?
Atau pada sereorang yang akan dirugikan?

Tenang
Aku sudah punya sebuah senjata untuk menghadapinya
Hanya sebuah kata
Disertai penjiwaan yang kadang hanyalah topeng

MAAF
Iya..
MAAF

Hanya MAAF

Persoalan selesai
Ada yang tidak menerima?
Dialah pihak yang tercemooh
Dia menjadi antagonisnya

Sekolah itu Mahal

Aku ingin sekolah
Siapkan uangmu!

Aku sedang sekolah
Mana uangmu?

Aku ingin lulus sekolah
Apakah kau masih punya uang?

Secuil Petunjuk (asal) Membuat Makalah

Curhatan Penulis (sekedar pengantar)
Dahulu kala -tanpa jusuf-, sekitar bulan Oktober di tahun 2004, ada sebuah kejutan kecil dalam perjalanan hidup saya (penulis maksudnya) yang hingga kini sangat sulit untuk dilupakan (Halah!! Lebay..). Kejutan tersebut ialah pemberian tugas terstruktur dari seorang dosen (saya lupa siapa orangnya) di sebuah mata kuliah (saya juga lupa mata kuliah apa) untuk membuat sebuah makalah. Iya, sebuah makalah. M-A-K-A-L-A-H.

Saya yang saat itu masih berstatus sebagai MaBaLasSi (mahasiswa baru yang malas sekali) tentu kaget dan bingung bukan kepalang. "Hewan ber-sel satu seperti apakah itu yang disebut makalah?", pikir saya saat itu. Tentu saja saya sangat pusing memikirkan tugas tersebut hingga tidak bisa tidur selama 7 hari 7 malam (boong ding). Kenapa saya saat itu sangat pusing? Karena saya tidak tahu seperti apakah makalah itu, lha wong ketika SMA dulu saya tidak pernah kenal dengan yang namanya makalah. Namun akhirnya tugas tersebut berhasil juga saya selesaikan. Namun pembuatannya hanya dengan bermodalkan kesok-tahuan saya yang relatif sangat tinggi pada masa itu (saat ini juga masih sangat sok tahu ding). Entah, tugas saya itu layak atau tidak untuk disebut sebagai makalah. Mungkin hanya Tuhan yang tahu (hehe..)

Setelah tugas tersebut selesai, saya mengira bahwa itu adalah “pertemuan” yang pertama dan yang terakhir dengan yang namanya makalah. Tapi ternyata perkiraan saya sangat keliru wahai para pembaca yang budiman. Beberapa waktu kemudian seakan-akan makalah adalah suatu hal yang “ngetrend” di kalangan remaja seusia saya (Yaiks!!). Karena hampir semua dosen di mata kuliah yang lain “latah” untuk memberikan tugas yang serupa. Yaitu tugas terstruktur membuat makalah.

Semenjak itulah saya mencari informasi ke seluruh penjuru mata angin mengenai bagaimana cara membuat makalah. Saya mencari contoh-contoh makalah, dan juga bertanya pada rumput yang bergoyang, eh bukan, tapi pada senior yang saya kenal dan kepada kawan-kawan satu angkatan. Selanjutnya berdasarkan pengetahuan-pengetahuan yang saya dapat itulah saya membuat makalah hingga saat ini.

Sidang pembaca yang saya muliakan, mungkin pengalaman bingung membuat makalah hanya saya sendiri yang merasakan (tuh kan sok tahu). Tapi dari pengalaman itu, saya mendapat sebuah pelajaran. Yaitu bahwa bumi itu bulat dan es batu itu enak jikalau diblender bersama buah-buahan dan gula secukupnya (Halah!! Ngaco lagi). Bukan itu, tapi pelajaran bahwa kesulitan itu kadang membawa pencerahan bagi siapapun yang yang mau berusaha. Jadi bagi pembaca semua yang menemui kesulitan apapun dalam hidup ini, marilah kita selalu berusaha. Apalagi dalam hal kesulitan membuat makalah, mari kita belajar bersama-sama. Karena membuat makalah itu tidak sesulit yang dibayangkan.

Apa itu Makalah
Menurut buku Bahasa Indonesia yang saya dapatkan dari Fakultas Hukum ketika masih semester awal, disebutkan bahwa makalah adalah :
“Karangan ilmiah yang menyajikan suatu masalah dengan pembahasannya didasarkan pada data di lapanganyang bersifat empiris dan objektif. Sistematika penulisannya menggunakan metodologi penulisan karangan ilmiah dengan langkah-langkah yang spesifik. Biasanya makalah dibuat untuk memenuhi tugas dalam suatu seminar atau tugas kuliah”1.
Sedangkan E. Zaenal Arifin (1990:2) menyatakan bahwa :
“Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif. Makalah disusun, biasanya untuk melengkapi tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu atau untuk memberikan saran pemecahan tentang suatu masalah ilmiah. Makalah menggunakan bahasa yang lugas dan tegas. Jika dilihat bentuknya, makalah adalah bentuk yang paling sederhana di antara karya tulis ilmiah yang lain”.
Dari kedua penjelasan tersebut, jujur saja saya tidak begitu mengerti maksudnya. Tapi saya sendiri mendefinisikan makalah itu adalah “karangan ilmiah yang dibuat secara sistematis serta dengan aturan tertentu”. Ilmiah berarti tulisan (makalah) tersebut dapat diuji kebenarannya. Sistematis berarti tulisan (makalah) tersebut terangkai dalam bagian-bagian yang runut dan runtut. Terakhir, “dengan aturan tertentu” berarti bahwa tulisan tersebut harus mengikuti kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar.

Sistematika Makalah
Umumnya makalah tersusun oleh: pertama, judul; kedua, Bab I yaitu Pendahuluan yang berisi latar belakang masalah dan perumusan masalah; ketiga, Bab II yaitu Pembahasan; keempat, Bab III yaitu Penutup yang berisi simpulan dan bisa juga disertai saran; dan kelima, Daftar Pustaka. Namun ada pula yang menggunakan Tinjauan Pustaka di Bab II, sehingga Pembahasan terdapat pada Bab III dan Penutup pada Bab IV.

Secara sederhana, latar belakang masalah berisi uraian mengenai alasan-alasan yang melahirkan pertanyaan dalam perumusan masalah. Kemudian perumusan masalah, berisi pertanyaan yang nantinya dibahas dan dijawab oleh makalah yang kita buat. Lalu tinjauan pustaka berisi mengenai teori-teori yang akan kita pakai dalam menganalisa, membahas, dan menjawab permasalahan yang kita angkat. Selanjutnya pembahasan berisi uraian dan analisa mengenai pemecahan permasalahan dengan bantuan teori-teori yang telah kita tuliskan di bagian tinjauan pustaka, sehingga akhirnya melahirkan jawaban atas pertanyaan yang nantinya kita tulis di bagian simpulan. Sedangkan saran (jika ada dan perlu) berisi solusi-solusi atau usulan-usulan terkait permasalahan yang ada. Terakhir, daftar pustaka berisi daftar sumber literatur-literatur yang digunakan dalam pembuatan makalah tersebut.

Untuk mudahnya agar kita mengetahui apakah makalah sudah baik atau belum, kita dapat melihat dari judul, perumusan masalah, dan simpulannya. Jika ketiganya sudah ada kesesuaian antara satu dan lainnya (judul sesuai dengan perumusan masalah dan simpulan menjawab perumusan masalah) maka secara sekilas makalah tersebut sudah baik. Namun bukan berarti latar belakang dan pembahasan tidak diperhatikan. Itu tadi hanya untuk memeriksa secara “kasaran” sebuah makalah.

Hal-hal Yang Patut Diperhatikan
1.Kutipan
2.Footnote
3.EYD (ejaan yang disempurnakan)
4.Penulisan daftar pustaka
5.Konsistensi (margin, spasi, huruf, letak bab maupun sub-bab, penomoran, dll)

(Semacam) Tutorial
Berikut adalah langkah-langkah yang biasanya saya pakai dalam membuat sebuah makalah atau karangan ilmiah yang lain. Mau mengikuti atau tidak, itu terserah kepada para pembaca saja. Karena biasanya tiap orang punya langkah-langkah yang sesuai dengan dirinya masing-masing.

Langkah pertama adalah mencari perumusan masalah terlebih dahulu. Bentuknya pertanyaan yang biasanya diawali dengan kata “Bagaimanakah”, dan pertanyaan ini adalah yang ingin ditemukan jawabannya melalui makalah yang akan dibuat. Setelah itu baru menentukan judul dari pertanyaan yang telah didapatkan. Caranya dengan merubah sedikit redaksional dari perumusan masalah agar layak menjadi sebuah judul.
Contohnya: bila perumusan masalahnya adalah, “bagaimanakah kedudukan pengadilan tindak pidana korupsi pasca putusan mahkamah konstitusi nomor xxx-xxx-xxxx?”.
Maka judul makalahnya menjadi, “kedudukan pengadilan tindak pidana korupsi pasca putusan mahkamah konstitusi nomor xxx-xxx-xxxx”.

Langkah selanjutnya adalah mencari jawaban awal (hipotesa) dari pertanyaan yang ada di perumusan masalah tadi. Baru kemudian mengerjakan latar belakang masalah dengan cara “menarik ke belakang pertanyaan” dalam perumusan masalah. Sehingga akan didapatkan “suatu hal” yang melahirkan pertanyaan dalam perumusan masalah tersebut.

Langkah berikutnya adalah mencari teori-teori di buku yang berhubungan dengan permasalahan yang diangkat. Teori-teori yang akan kita gunakan dapat kita analisa dari judul yang telah kita peroleh. Teori-teori ini dituliskan pada bagian tinjauan pustaka. Kemudian adalah menganalisa pertanyaan dengan bantuan teori-teori yang ada, dan ini diuraikan serta ditulis pada bagian pembahasan.

Terakhir, dari pembahasan yang telah dikerjakan tersebut akan memunculkan jawaban atas pertanyaan pada perumusan masalah. Biasanya jawaban ini sesuai dengan hipotesa pada langkah-langkah di awal. Berikutnya periksa apakah perlu adanya saran atau tidak. Biasanya jika makalah saya hanya berisi deskripsi atas sesuatu hal, maka tidak diperlukan adanya saran. Baru setelah itu semua selesai, lakukan proses pengeditan terhadap makalah secara menyeluruh.

Penutup Ala Kadarnya
Tidak ada hal yang tidak mungkin bila kita mau berusaha. Begitu pula dalam membuat sebuah makalah. Membuat makalah adalah tidak sesulit yang kita bayangkan!!

Membuat makalah juga merupakan latihan agar kita dapat berfikir secara sistematis. Karena kita akan berlatih menguraikan suatu permasalahan dan menyajikan penyelesaiannya secara runut dan jelas, disertai argumen yang logis.

Seperti dalam hal tulis-menulis yang lain, membuat makalah adalah suatu proses yang berkelanjutan. Maksudnya adalah semakin kita sering membuat makalah, maka kemampuan kita akan semakin terasah. Tidak ada penulis yang bagus tanpa melalui proses menulis.

Yang tidak boleh dilupakan dan merupakan bagian terpenting dari pembuatan makalah ialah, MEMBACA BUKU. Makalah merupakan berisi gagasan-gagasan serta analisa dari sebuah masalah. Jika kita tidak pernah membaca buku (atau tulisan-tulisan lainnya), maka kita tidak akan mengetahui hal apapun. Lalu jika seperti itu yang terjadi (tidak membaca), apa yang akan kita tuliskan dalam makalah kita? Oleh karena itulah MEMBACA BUKU menjadi hal yang sangat penting dalam kegiatan ini.

Jadi, marilah kita membuat makalah dengan riang gembira. Mau???

10 Desember, 2008

Menjadi Orang Bodoh

Kata orang tuaku, semua anak harus sekolah.
"Supaya pintar", alasan mereka.

Aku tidak ingin pintar.
Maka aku tidak mau sekolah.

Menjadi pintar, nanti hanya menyengsarakan orang lain.
Televisi sering menceritakannya.

Aku menjadi orang bodoh saja.
Tidak merugikan orang lain.

Dan menjadikan orang lain pintar.
Tidak ada orang pintar jika orang bodoh tidak ada.

03 Desember, 2008

Malas Makan


Pada suatu sore yang mendung, seorang kawan bertanya kepadaku, “kamu bosan makan ga?”. Secara spontan aku menjawab, “tidak”. Mungkin pertanyaan itu terdengar konyol (tanpa jaran). Tapi pertanyaan tersbut berhasil menyentil otakku untuk sedikit berpikir dan berimajinasi.
Aku sekarang sudah berumur 21 tahun. Dan sejak kecil aku sudah melakukan kegiatan yang dinamakan makan. Aneh juga ya aku tidak merasakan bosan. Padahal aku ini cenderung termasuk dalam kategori manusia yang mudah bosan lho. Mungkin karena aku masih membutuhkan apa yang disebut makan itulah yang menyebabkan aku tidak bosan. Aku masih membutuhkan makanan untuk menyokong tubuhku ini. Aku masih berusaha memerangi rasa lapar dengan jalan makan. Maka dari itu rasa bosan tidak menghampiri kegiatan makanku.
Tapi kadang aku merasa malas untuk makan. Seperti akhir-akhir ini. Lalu apakah itu berarti aku sudah bosan dengan makan? Aku rasa tidak. Itu lebih disebabkan bosan terhadap jenis makanan yang biasa aku makan. Buktinya, aku masih tetap saja makan ketika rasa lapar sudah tidak dapat dibendung lagi. Dan jika menemukan makanan yang kusukai, aku pun masih bersemangat untuk makan. Berarti memang aku ini tidak bosan dengan makan. Iya kan?
Setelahnya aku mulai membayangkan apakah nanti aku bisa bosan dengan yang namanya makan? Dan akhirnya aku berkesimpulan bahwa itu bisa saja terjadi. Aku mungkin akan bosan makan bila nanti ada kegiatan yang memberi keuntungan kepadaku layaknya keuntungan yang diperoleh dari makan. Mungkin saja di tahun-tahun mendatang tercipta sebuah alat yang bisa menggantikan kegiatan makan. Mungkin sebuah jubah yang bila kita pakai, maka kita akan merasa kenyang dan kebutuhan gizi kita secara otomatis terpenuhi. Atau mungkin saja alat seperti itu sudah ada yang menciptakan? Saya tak tahu. Yang jelas saat aku menulis ini, aku pun sambil makan..

^gambar diunduh dari http://www.thefamilygroove.com/EatUp.jpg^

30 November, 2008

Telat Haid?



banyak kemungkinan yang timbul dari gambar ini. apakah :
1. ini adalah sebuah kenarsisan seseorang yang sedang terlambat datang bulan?
2. ini adalah iklan jasa pengguguran kandungan?
3. ini adalah iklan yang diperuntukkan bagi para wanita yang ingin berkonsultasi mengenai masalah kewanitaannya?
4. ini adalah perbuatan usil oleh seseorang terhadap pemilik nomor tersebut?
5. ini adalah usaha vandalisme terhadap tembok yang tidak bersalah?

dan masih banyak kemungkinan yang lainnya..

^foto diambil di pinggir selokan Mataran (kawasan UGM) Yogyakarta^

27 November, 2008

Tai Kucing Rasa Coklat?

ketika engkau menawarkan padaku, "ini tai kucing rasa coklat".
aku menolaknya. karena itu biarpun berasa coklat, tetap saja itu tai kucing.

lain waktu kau berkata padaku, "ini coklat rasa tai kucing".
aku hanya berkata, "memangnya kau tau rasanya tai kucing?"

12 November, 2008

Kami Melawan!!

Ah... ini hanya lika-liku organisasi kampus
Tentang peran perwakilan yang diselewengkan
Tentang kebenaran yang disimpan di laci terdalam
Tentang beralihnya arah perjuangan

Ah... ini hanya lika-liku organisasi kampus
Ketika ada penghasutan agar timbul ketakutan
Ketika ada tekanan agar kami gentar
Ketika ada usaha pembungkaman suara-suara lantang

Ah... ini hanya lika-liku organisasi kampus
Saat kami dipersalahkan
Saat semua menjadi robot yang terprogram
Saat semua hanya lapar keuntungan dan kedudukan

Ah... ini hanya lika-liku organisasi kampus
Itu mungkin kata orang
Tapi ini jalan yang kami pilih
Karena bagi kami ini adalah kewajiban
Melawan tiran kekuasaan

12112008
^untuk semua kawan di LPM Pro Justitia yang masih bertahan^

Bersama Di Dunia

berkendara di jalan raya, layaknya berjudi..
meski siap, kita belum tentu selamat sampai tujuan..
kecerobohan orang lain dapat kita rasakan pula akibatnya..
kita tidak sendiri di dunia ini..
memikirkan diri sendiri itu menyenangkan, memikirkan orang lain itu keharusan..

Ini Hari Minggu Di Pagi Hari

tak kulihat antrian di kamar mandi
lorong jalan masih sepi
tapi ada sepi yang tak membuat kenyang
adalah sepiring nasi untuk 100 orang

di hari ini tak ada kuliah
hanya ada manusia berlari pagi
karena udara segar dan menyenangkan
jika kita makan nasi 5 piring
itu bukanlah menyenangkan
hanya mengenyangkan

pagi ini ku masih teronggok di atas dipan
karena mataku masih terpejam
istirahat tenang di sebuah kamar kos-kosan
menunggu sirna rasa kantuk yang terus menghujam

rutinitas pagi terasa berbeda
ini adalah minggu pagi
bukan berarti ku tak kerja keras
mencuci baju harus dilaksanakan meskipun tidak sepenuh hati

kapan datang hari ini?
selalu saja ku tunggu
aku suka hari ini
karena ini hari minggu di pagi hari

(15062006)

03 November, 2008

Kejutan

kirei no hime kemarin (2/11) ulang tahun. jadi gw mempersiapkan sedikit kejutan buat dia. gw datengin tempat dimana dia tinggal di NewYorkerto sini pada jam 12 malam. gw taro beberapa lampion kucluk di jalan depan tempat tinggal tersebut. gw bawa kueh ulang taun. gw bawa kado 999 burung kertas. gw bawa kaos buat dia dan kartu ucapan tentunya.

di bantu oleh Hendra A.k.a Rambo sebagai tukang jepret dan tukang bawa-bawa barang. juga dimeriahkan oleh mba' Dhita, Tyo dan Leni, acara berlangsung dengan lancar. ini beberapa hasil jepretan si rambo :

ini 999 burung kertas yang berhasil dibuat oleh saya

ini kaosnya

ini saya, yang berulang tahun, Leni, mba'Dhita, Tyo (dari ki-ka)

aku dan dia bersama para bingkisan

ini Rambo, Tyo, yang berulang tahun, dan Leni (dari ki-ka)

ini lampion di sepanjang jalan

ini lampion kucluknya yang terdiri dari beberapaunsur, yaitu: batu, lilin, gelas air mineral, dan kertas HVS warna.

ini bingkisannya

ini 999 burung kertas dan kotaknya

ini kartu-kartu ucapannya

19 Oktober, 2008

Cover Majalah

Ini gw, sedang menari tarian senang dari suku nerekgnilap. hehe,, Tarian ini gw lakuin setelah menyelesaikan tugas ngambil gambar buat cover majalah Pro Justitia. Jadi gw sebagai salah satu anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pro Justitia FH UNSOED, dapet tugas buat bikin foto cover majalah yang direncanakan terbit bulan November.

Majalahnya sendiri mengambil tema perburuhan, dan secara khusus membahas mengenai outsourcing. Jadi covernya pun gw sesuaikan ama bahasannya, meskipun gw sendiri ga tau nyambung apa kaga. hehe,,


Gw ngambil gambar tadi pagi sekitar jam 09.00, dan bertempat di sekitar UPT Perpustakaan Pusat UNSOED. para pemeran adalah Hendra A.k.a Rambo (angkatan 2007); Andry A.k.a Kabier (angkatan 2007); dan Risky A.k.a SiMesum (angkatan 2005). Di LPM, Rambo ama si Kabier masih berstatus sebagai anggota, tapi termasuk sebagai anggota potensial karena kalo dilihat dari dedikasi mereka terhadap organisasi sudah lumayan tinggi. Kalo SiMesum sendiri adalah Pemimpin Umum (PU) ^tapi lebih sering sebagai Pembantu Umum.Red^ dari LPM Pro Justitia. Di cover ini Rambo berperan sebagai seorang Pengusaha yang selalu berorientasi kepada keuntungan, kalo Kabier berperan sebagai Buruh muda yang selalu tertindas dan tidak mampu melawan, sedangkan SiMesum bertindak sebagai Pemerintah yang berpaling dari konstitusi negara (karena lebih memilih bersekutu dengan pengusaha untuk kepentingan pribadinya dari pada berpihak pada buruh yang ditindas oleh pengusaha).

Pengambilan gambar berlangsung dengan lancar dengan suasana ceria dan beraroma keringat para pemeran. Karena teriknya matahari di musim penghujan ini memang menyebabkan produksi cairan keringat para pemeran cukup berlebih. Ketika pengambilan gambar di lokasi pertama (ada empat lokasi pengambilan gambar), sempat kegiatan kami ini menjadi perhatian beberapa anak kecil yang entah sedang apa di sana. Tapi kami tidak gugup ataupun takut, karena kami semua hanya takut pada Tuhan.


Kegiatan ini dilengkapi dengan berbagai perlengkapan mahal dan canggih sebagai properti. Perlengkapan itu berupa: tambang (minjem anak pecinta alam), topeng (dari koran bekas hasil minta), Jas (minjem si Tyo), Kamera Digital merk Casio (minjem juga sama si Andien), name tag (ini baru ga minjem), dan baju batik (punya si Mesum).

Berikut beberapa hasil kerja keras kami meskipun hasilnya masih sangat amatiran:


16 Oktober, 2008

The Pops


Hmmm..... setelah sekian lama lulus dari SMA, tiba-tiba ingatan gw menuju ke masa-masa itu. Apa pasal? jawabannya adalah karena klip ini.

Video Klip ini adalah dari band yang namanya The Pops. Ini band pertama kali gw tau pas gw SMA , karena mayoritas anak-anaknya adalah dari SMA gw. Dan mereka juga sering manggung di acara sekulaan gw dulu. Bahkan beberapa personilnya dulu sempet satu Tsanawiyah ma gw. Jadi wajar aje pas gw liat klip mereka itu ingatan gw langsung menuju pada masa-masa yang telah terlewati itu.

Sekarang The Pops dah punya album. Dah manggung kemana-mana. Dah ganti personil ga seperti awal mula terbentuk. Dan lagunya menurut gw pas ama selera gw. coba aja deh pada dengerin.

Mata-Mata

ketika gw nonton tv tadi malem, sempet liat iklan acara reality show baru di salah satu televisi swasta yang judulnya "mata-mata". sekilas sih ni acara isinya bakalan hampir mirip sama acara "Playboy Kabel". tapi ni acara akan nguntitin orang yang dilaporkan untuk melihat apakah dia itu selingkuh apa kaga. sempet gw nyari info di situs tv yang akan nyiarin acara itu, tapi di situ belum ada keterangannya.

yang mengganggu pikiran gw adalah, sebenernye acara yang isinya ngasih liat kehidupan pribadi seseorang (cenderung yang buruk) ke seluruh penjuru negeri ini tuh pantes apa kaga sih? apalagi tanpa persetujuan dari orang tersebut. nah inikan pasti bakalan berdampak sama kehidupan sosial orang tersebut ke depannya. bahkan bisa aja berujung pada terjadinya tindak pidana terhadap orang tersebut (misalnya setelah ditayangin, terus ada yang empet kemudian melakukan pembunuhan terhadap orang yang ada di acara itu). kalo itu terjadi, pihak pembuat acara dan setapsiyun telepisinya mau tanggung jawab kaga ye?

tapi mungkin pemikiran gw ini salah. mungkin acara seperti itu memang pantas. mungkin itu sekedar hukuman bagi orang-orang yang berdosa (halah!!). dan kemungkinan-kemungkinan yang lain. gw jadi penasaran ama tuh acara. kaya apa ye?

15 Oktober, 2008

Kejujuran

Putih

Untukmu dan untukku

Putihmu, hitam untukku
Putih untukku atau cukup hanya untukmu
Ketika putih hanya ada satu

Putih berkenalan dengan luka
Apakah lantas putih adalah hitam?

Putih tetaplah putih
Bukan putih yang menjadikan hitam
Keadaanlah yang berperan

Putih tersamar rangkaian waktu
Luka hanya menipu untuk ragu
Memancing hitam muncul terlihat

Percayalah pada putih
Putih pasti membawa warna-warni cerah
Namun entah bersembunyi di mana
Menunggu saat waktu yang tepat

NaFi’-NewYorkerto*150908

setelah sekian lama

akhirnya setelah sekian lama, blog ini gw utak atik lagi..

ayo semangad nge-blog lagi!!!

15 September, 2008

Pujangga Kelas Teri

pengen ketawa nih jadinya..kenapa? karena gw sok-sokan bikin puisi githu deh..tepatnya 2 biji puisi..bener-bener pujangga kelas teri dah..kucluk banget..semuanya terinspirasi ama evaluasi kegiatan di sebuah organisasi yang gw ikutin di kampus..dan inilah 2 puisi kucluk tersebut..silahkan dilewati....
hahaha,,,

Cerita Tentang Kebenaran

Lihatlah itu di sana

Ada seorang ustadz

Mengeluarkan bau busuk dari mulutnya

Apakah kita harus menghirupnya?

Mengikuti pikiran yang terpenjara

Lihatlah pula itu di sana

Seorang penjahat pembunuh para manusia

Wangi tercium dari mulutnya

Apakah kita mau merasakannya?

Atau terbutakan dengan sendirinya

Tiada semua tercipta utuh membulat

Cacat tersembunyi ataupun tampak pastilah ada

Akankah kita selalu terkungkung oleh pandangan

Tanpa mau meresapi apa yang sebenarnya ada padanya

NewYorkerto*140908


nah ntu yang ptama..kalo ini yang kedua..dijamin lebih kucluk lagi dah..hehe,,

Aku, Kamu, dan Dia

Aku, kamu, dan dia

Sama-sama terlihat indah dengan mahkota pemberian-Nya

Kepunyaanku panjang dan hitam

Selegam batu bara di perut bumi

Namun, kemerahan yang terlihat ada padamu

Sang surya telah campur tangan mewarnainya

Dan miliknya, berhasil mengingatkan kepada jalanan di pegunungan

Aku, kamu, dan dia

Tak bisa lepas dari sepakbola

Kecemerlanganku dalam hal mengoyak pertahanan lawan

Dirimu, mempesona di antara kedua tonggak di ujung lapangan

Dan dia tangkas membuyarkan jalinan simfoni ancaman

Aku, kamu, dan dia

Merasakan dahaga yang serupa

Air berkarbonasi yang aku cari

Saripati hewani kau cicipi

Dan dia menuntaskannya dengan setetes murka ilahi

Aku, kamu, dan dia

Tercipta dengan anugrah yang tak ternilai

Dilengkapi oleh sebongkah processor canggih

Tak terjangkau kreasi tangan manusia

Namun itu membawaku ke kiri

Membawamu ke tengah

Dan membawanya ke kanan

Semua ini nyata adanya

Menerima adalah jalan satu-satunya

Ataukah kita telah siap berjumpa malapetaka

New Yorkerto*140908


26 Agustus, 2008

Bertanya dan Dijawab

Berikut sekelumit wawancara yang belum pernah terjadi antara dungdungpret di sudut biru dengan Katro Magazine di sudut merah.

Katro magz (KM) : sejak kapan anda mulai nge-Blog? (terdengar suara ayam berkokok)

Dungdungpret (^o^) : sudah sangat lama sekali, yaitu sejak dahulu kala tanpa jusuf.. tepatnya tgl 20 Agustus 2008, yang ditandai dengan suara raungan motor yang lewat depan warnet ketika saya berada saat itu.

KM : tapi kenapa tertulis bahwa anda terdaftar di blogger.com sejak bulan Desember 2007?

(^o^) : ya itu suka-suka saya dong. Kan itu blog saya, bukan punya kamu (sembari mengacungkan seutas golok ke arah KM).

~setelah beberapa menit menghirup debu-debu yang beterbangan dan hampir teracuni olehnya~

hmmm….itu sebenarnya ada kisahnya tersendiri kenapa bisa seperti itu. dan bila diceritakan dalam sebuah buku, bisa mengalahkan tebalnya KBBI yang ada di perpus kampus saya. Tapi karena dari mimik wajah kamu yang sangat memaksa saya untuk menceritakannya, maka baiklah akan saya ceritakan di sini. Jadi ceritanya begini, dulu saya sempet bikin account di situ (blogger.com.Red) pada bulan Desember 2007. Tapi hanya bikin thok, dan selanjutnya tidak pernah saya jamah lagi. Bahkan saya keras berusaha untuk melupakannya, karena sudah saya tanamkan di hati saya yang paling dalam, bahwa perbuatan saya menelantarkan itu termasuk dosa terbesar yang saya pernah lakukan (diutarakan dengan mata berkaca-kaca, tepatnya kaca nako). Kemudian ketika pertengahan Agustus 2008 hati saya tergugah untuk nge-Blog disebabkan teman di fatahilla.blogspot.com, saya coba beranikan diri ini untuk kembali membuat account di blogger.com. selanjutnya karena pendaftarannya memakai e-mail yang sama seperti dahulu kala, lagi-lagi tanpa jusuf, maka terteralah di blog saya bahwa terdaftar sejak Desember 2007. karena memang sekali lagi, pada saat itu saya sempat membuat account di blogger.com. begitu ceritanya,,

KM : kemudian apa yang melatar belakangi anda untuk nge-Blog (lagi)?

(^o^) : yang melatar belakangi saya untuk nge-Blog adalah adanya sebuah bisikan.

KM : wah tampaknya alasan saudara cukup mistis yah? (sambil berusaha menenangkan segenap bulu kuduk yang mulai bangun)

(^o^) : tidak juga, karena memang waktu itu yang membisiki saya adalah seorang teman. Saat itu kita berdua (keadaan waktu itu hanya ada saya dan teman saya satu orang, ini yang berhasil ditangkap oleh mata saya) sedang berbincang-bincang mengenai teman saya yang mulai nge-Blog. Lalu pembicaraan berlanjut kepada ajakannya untuk mengikuti jejaknya itu. Tapi memang sangat disayangkan sekali saat itu ajakannya dilakukan dengan cara berbisik kepada saya. Entah mengapa dia berlaku seperti itu. mungkin karena saat itu sudah malam.

KM : selain bisikan tersebut, adakah alasan yang lain?

(^o^) : iya ada.

KM : apa itu?

(^o^) : Hal yang cukup rahasia menurut saya.

KM : Apa yang menurut anda rahasia itu?

(^o^) : Lho, namanya juga rahasia. Jadi saya tidak bisa mengatakannya kepada kamu. Kalo saya katakan berarti itu bukan rahasia dong.

KM : Tapi kan ada yang namanya rahasia umum. Rahasia yang diketahui oleh khalayak umum (entah definisi dari mana ini?). dan itu judulnya tetep ada kata rahasia-nya. Gimana?

(^o^) : Oh iya ya. Berarti ga masalah kalo ini saya utarakan ya. Tapi ini tetep rahasia lho.

Jadi alasan yang lain adalah karena saya ingin selalu bahagia. Karena kalo hidup di dunia yang sudah kaya begini kacaunya, dan kemudian ditambah saya tidak bahagia, matilah saya. Mau di taruh dimana duit saya kalo saya ga punya kantong ataupun dompet?(diucapkan dengan nada yang menggelora layaknya sang pemimpin upacara di sebuah SD pada senin pagi).

KM : Kok saya malah jadi bingung ya? Apa hubungannya anda nge-Blog dengan ingin selalu bahagia? Di mana korelasinya?

(^o^) : Begini, rasa bahagia itu bisa diusahakan dengan cara yang bermacam-macam. Tiap orang punya cara masing-masing. Nah kebetulan saya cukup menemukan kebahagiaan ketika bisa memperlihatkan tulisan-tulisan saya yang sangat asal-asalan itu kepada khalayak sidang pembaca (meniru istilah dari bung joesatch) yang budiman (bukan dimaksudkan sebagai nama sebuah perusahaan otobus). Ditambah lagi saya mendapatkan kebahagiaan dari proses belajar menulis di sini. Karena saya sangat yakin jika menulis (yang baik tentunya) itu bukan suatu hal yang hanya didapat dengan cara mempelajari teori-teori dalam menulis. Menulis itu harus dilakukan berulang-ulang, menulis adalah sebuah proses. Dan ketika saya memelihara Blog, tentu saja saya harus selalu memberinya “makanan”, yakni tulisan. Jadi intinya saya sedang belajar menulis yang baik dan rangkaian kegiatan belajar ini mendatangkan kebahagiaan untuk saya.

KM : Lalu mengenai ucapan anda yang berbunyi, “Mau di taruh dimana duit saya kalo saya ga punya kantong ataupun dompet?” maksudnya apa?

(^o^) : Ooh itu hanya emosi sesaat saja dari saya pribadi.. hohoho,,

Namanya juga manusia, kadang suka khilaf dan ga nyambung.

KM : Yang ingin saya tanyakan berikutnya adalah mengenai tema. Biasanya para blogger itu membuat Blognya mengusung tema sesuatu. Nah, tema Blog anda sendiri itu apa?

(^o^) : Sebelum saya menjawab pertanyaan kamu, perkenankanlah diri saya ini untuk undur diri ke belakang. Bagaimana, boleh tidak? Soalnya gejala yang saya rasakan ini sudah dipending sejak ayam berkokok tadi.

KM : Oh, boleh saja. Silahkan. Saya tidak ingin hak asasi anda kok

~kemudian, dungdungpret menuju ke belakang (WC.Red). dan waktu pun terus bergulir. Detik berganti menit. Hitungan menit berubah menjai hitungan jam. Dan akhirnya setelah (((((8/4)+6)x2)-6)/5) jam tetap saja dungdungpret belum kembali, pihak Katro Magazine pun meninggalkan tempat kejadian wawancara tersebut dengan langkah gontai yang berirama~

Asalnya Dari Mana?

Usually (pancen so’ keminggris kie bocah), pas kita berkenalan dengan seseorang di kehidupan dunia ini salah satu pertanyaan yang terlontar sebagai cara untuk mengenal si lawan bicara adalah, “orang mana?” atau “asalnya dari mana?”. Dan salah satu dari bermacam-macam nama daerah di muka bumi ini pun akan terdengar sebagai jawaban. Tapi di tulisan ini Gw bukan mau mempertanyakan kenapa jarang (ato bahkan tidak ada) yang memberi jawaban dengan menyebutkan salah satu dari nama planet yang ada, ato menyebutkan nama-nama dunia lainnya (contoh: neraka, surga, alam kubur, alam barzah, dunia dragon ball, dunia doraemon, dll). Karena memang sedari awal gw mo nulis, bukan itu yang gw niatkan. Bukankah kalo mau melakukan sesuatu itu baiknya didahului dengan niat? Itu juga yang gw lakukan.

Lalu apa yang sebenarnya ingin gw pertanyakan kalo begitu? (karena tulisan ini memang berakhir pada sebuah pertanyaan). Yaitu nama daerah mana yang layak kita sebutkan jika bertemu dengan pertanyaan seperti di atas, sedangkan dalam hidup kita ada beberapa daerah yang terkait. Contoh kasusnya adalah apa yang gw alamin sendiri. patut diketahui, bahwasanya gw berasal dari buah cinta dan kasih dua orang anak manusia dewasa yang berasal dari Jogjakarta dan Purbalingga. Kemudian kelahiran gw yang amat sangat bersejarah itu terjadi di Jogjakarta. Dan hingga kelas satu es-de (tapi kaga mpe selese, Cuma sepertiga awal ajah) gw tetap berjibaku di daerah Jogjakarta. Selanjutnya perkembangan kejiwaan gw sedari umur 6 tahun sampai dengan umur 17 tahun adalah di daerah Tangerang - Jakarta. Dan karena merasa terpanggil, selepas SMA melanjutkan kisah kehidupan di kota Purwokerto hingga saat ini.

Nah dari fakta-fakta di atas, daerah manakah yang kemudian cocok untuk dijadikan jawaban dari sebuah perkataan yang mempertanyakan mengenai asal daerah gw? Hingga kini pun gw masih belum mempunyai konsistensi dalam memberi jawaban tersebut. Kadang gw mengatakan dari Tangerang, pernah juga njawab dari Jakarta (karena dulu ketika belum ada propinsi Banten, rumah gw masih termasuk dalam wilayah Jakarta), dan sering pula gw mengatakan berasal dari Jogjakarta (meskipun kini hanya ketika mudik lebaran saja gw bertandang ke Jogjakarta). Jadi sebenarnya parameter apa yang kita gunakan untuk mengatakan bahwa daerah tersebut adalah daerah asal kita? Apakah tempat kelahiran, tempat tinggal ato domisili saat ini, tempat dimana rumah kita berada, atau daerah dimana kita menghabiskan sebagian besar waktu hidup kita? Atau bahkan mengikuti daerah asal salah satu orang tua kita? Jika seperti itu, mengikuti daerah asal ayah atau Ibu?

Ada yang bisa memberikan jawabannya?

Tentang Kematian

Kematian adalah keniscayaan. Semua yang hidup pasti ada kalanya ia akan mati. Itu yang aku percayai hingga kini. Dan kematian adalah salah satu rahasia terbesar dari kehidupan manusia. Hal ini berkaitan tentang kapan kita akan mati. Tidak ada yang bisa meramalkan (kecuali kita ikut berperan dalam proses kematian tersebut, contohnya membunuh atau bunuh diri) kapan kematian itu datang. Bahkan dokter yang sudah sangat ahli-pun aku rasa tidak dapat memastikan seseorang yang sedang sakit waktu kematiannya. Karena memang bukan manusia yang mempunyai wewenang untuk kematian makhluk lainnya. Kenapa tiba-tiba aku berpikiran mengenai kematian?

Ini semua bermula dari sebuah artikel mengenai kisah perjuangan seorang Randy Pausch melawan penyakit kanker pankreasnya. Aku membaca artikel ini sudah agak lama di sebuah majalah mingguan yang cukup terkemuka. Kisah mengenai orang ini sudah cukup ramai dibicarakan. Bukan mengenai kesembuhan penyakitnya, karena memang akhirnya orang ini meninggal. Melainkan mengenai bagaimana ia mengisi hari-harinya setelah dokter memvonis bahwa hidupnya tinggal 3 – 6 bulan lagi. Sikap positif dalam menghadapi penyakitnya inilah yang berhasil membuat masyarakat dunia kagum, bahkan ini di tuliskan di sebuah buku tentang dirinya. Ia tidak menyerah kepada kenyataan tersebut. Ia melawannya hingga akhirnya kehidupannya usai. Dari perlawanannya tersebut ia bisa membuktikan bahwa vonis dokter yang diarahkan kepadanya adalah salah. Kehidupannya bisa melebihi waktu 3 – 6 bulan yang dikatakan oleh para dokter yang merawatnya.

Kemudian dari artikel tersebut pikiranku berlarian sampai pada akhirnya tercetus pertanyaan dalam diriku. “Bagaimanakah aku menginginkan kematian itu datang?”. Aku bertanya tentang bagaimanakah kematianku nanti.

Saat itu juga terbersit di pikiran bahwa aku ingin kematian yang pada intinya tidak menyusahkan orang-orang yang ada di sekitarku. Kematian yang tidak melahirkan bencana bagi orang-orang terdekatku. Kematian yang mudah dan tidak menyakitkan. Kematian yang mendatangkan kebahagiaan kepadaku. Kematian yang baik untuk semuanya. Bukan kematian yang disyukuri, tapi juga bukan yang terlalu diratapi. Bukan kematian di kala muda, bukan pula kematian di usia yang sangat tua. Kematian di mana aku sudah siap dengan kematian itu sendiri.

Lalu, bagaimana dengan kamu? Kematian seperti apa yang ada di pikiranmu saat ini?

Bangkrek!!!

Bangkrek!! Pagi-pagi gw dah teriak dengan kata-kata seperti itu coba. Pasti ada sebabnya kan? Iya ada sebabnya, tapi bukan karena gw bangunnya kesiangan ato karena olimpiade di China selesai. Tapi karena pulsa di HP gw ngedrop. Jadi yang bisa ngedrop tu bukan Cuma batere, pulsa pun bisa (itu yang gw alamin). Ceritanya begini, pagi-pagi gw biasanya internetan lewat HP buat baca-baca berita. Nah ndilalah (bahasa indonesianya apa ya?) ko ya kaga berhasil-berhasil connect. Padahal biasanya tuh kalo pagi-pagi malah lancarnya dah kaya jalanan jakarta sewaktu lebaran lho. Hipotesa gw pada saat itu adalah HP gw lagi error ato jaringan m3 (iya gw pake nomor dari indosat dudul ini) yang lagi kaga beres. Akhirnya gw menyerah mencoba. Ga berapa lama gw sms seorang teman untuk menanyakan sesuatu. Dan taukah sodara-sodara apa yang terjadi, benar… pengiriman sms itu gagal. Gw nyoba berkali-kali dan hasilnya gagal terus. Langsung kecurigaan gw tertuju pada pulsa gw. Ketika gw cek, langsung gw teriak-teriak sendiri, “bangkrek!!! Bangkrek!!!”. Ternyata tertulis pulsa gw Rp 0.00,, walah!! Ingatan gw langsung mundur ke belakang. Pertama gw inget kalo kemaren gw baru dikirimin pulsa RP. 50.000 ama bapak gw yang sangat baik hati (tumben nih gw dikirimin,hehe..). yang kedua ingatan gw tertuju ke kejadian tadi malem. Gw nelpon adindaquw di Bandung sana lumayan lama. Tapi namanya jaman sekarang kan biaya nelpon dah kaga mahal-mahal amat. Dan gw pun masih inget kalo di sela-sela nelpon sempet ngecek pulsa tertera Rp. 58ribuan. Pas gw nilpon pun itu dah jam kalong alias di atas jam 00.00, jadi taripnye dah murah. Tapi kok pagi-pagi pulsa gw tinggal Rp. 0.00? kemana larinya tu pulsa? Ada yang tau kaga?

Ampe sore gw tungguin, eh kaga balik-balik tuh pulsa. Bangkiang bener yak. Dan ini bukan pengalaman pertama gw keilangan pulsa. Beberapa bulan yang lalu sewaktu gw KKN juga sempet ngalamin kejadian kaya begini. Yang ilang juga sekitar 50ribuan. Tapi untungnye tu pulsa balik lagi. Tau ga berapa lama baliknye? 1 bulan coy! Itu juga gw telpon mulu operatornya ampe bosen. Bahkan gw yang awalnya nelponnya sopan bgt ampe akhirnya sempet ngemaki-maki juga. Ternyata lagi, pengalaman seperti ini ga Cuma gw yang ngalamin. Temen-temen gw yang pake m3 juga rata-rata sempat keilangan pulsa. Wah kalo begini mah berarti emang m3-nya yang bangkrek!!

Terus sekarang begimana nih nasib pulsa gw ya? Semoga cepet balik dah. Masa gw yang sebenernya punya pulsa mesti beli pulsa lagi.. huuUUuu…. Tanggal tua lagi!!! Hiks,,hiks,,hiks,,

Emang dah m3 bangkrek!!

Permen dan Warung Makan

Udah biasa kalo yang namanya mahasiswa perantauan tu suka nyari tempat makan yang murah meriah. Begitu juga gw di sini (Purwokerto). Karena ini tu salah satu upaya buat menyiasati uang kiriman yang amat sangat terbatas. Dan gw mau sedikit berbagi cerita mengenai tempat makan entu. Begini ceritanye,,hehe..

Jadi di deket kosan gw ada tempat makan yang kata orang tu harganya lumayan miring. Yang suka makan di situ juga banyak, itu terbukti dari sering terlihat banyak kendaraan yang terparkir di depan tempat makan itu. Akhirnya pada suatu saat entah di bulan apa, gw nyoba makan di situ. Dan memang terbukti kalo dibandingin ma tempat makan yang laen tuh harganya lumayan lebih murah. Contohnya aja kalo kita makan pake sayur + (plus) gorengan satu, kita cukup nyediain duit Rp. 2.400. kalo di tempat makan laen mah untuk menu seperti itu umumnya ngabisin duit Rp. 3000. harga segitu kalo pake nasi 1 porsi, soalnya di situ juga bisa makan pake setengah porsi jadi bisa lebih murah lagi (setengah porsi ini dah cukup mengenyangkan menurut gw). dan untuk urusan rasa, tu tempat makan juga ga terlalu mengecewakan deh. Alhasil gw jadi sering makan di situ.

Seiring berjalannya waktu dan lumayan seringnya gw berkunjung di situ, akhirnya gw mendapatkan sesuatu yang agak sdikit mengganjal di pikiran gw. Apakah itu? (backsound: jreeng..jreeng..jreeeng..) itu adalah tentang kembalian permen. Jadi, sering tempat makan tersebut memberi kembalian kepada pelanggannya berupa permen. Itu terjadi jikalau mereka kehabisan uang receh buat kembalian bagi para pelanggan. Dan hal seperti itu menurut pengamatan gw sangat sering terjadi. Keadaan itu ikut terbangun oleh harga yang ditawarkan bukanlah harga yang bulat (contoh harga bulat: 2.000, 2.500, 3.000, 3.500), melainkan harga yang agak “nanggung” (contohnya 2.100, 2.400, 3.300).

Sampai pada akhirnya, pikiran gw yang lumayan usil ini sedikit bertanya apakah itu hal yang cukup disengaja sebagai salah satu trik pemasaran? Haalah!! Gw sih mikirnya kalo namanya ngasih harga yang nanggung ya udah dipersiapkan uang kembalian yang cukup banyak. Soalnya kalo begitu nanti akhirnya harga yang mesti kita bayar yah ga beda jauh ama warung laen dung, meskipun itu kita dapet permen. Tapi kan gw ga selalu pengen permen. Coba kembaliannya diganti komik, ato seperangkat komputer gitu, gw pasti jadi lebih seneng dah. Hehe,, tapi ya sebenernya bisa ajah gw nolak tu permen dan memilih buat menabung kembalian di situ. Tapi kalo begitu pasti gw akan kpikiran buat makan di situ lagi. Jadi gw pada satu kesimpulan kalo ini bisa jadi trik pemasaran juga. Dan gw juga akhirnya punya sedikit ide cemerlang, yaitu makan di situ tapi bayarnya pake permen dengan alasan gw keabisan duit dan hanya punya itu permen. Gimana, Kira-kira boleh kaga ya?

Sirahku Arep Pecah

huuUuUuuu…… puyeng.. puyeng.. puyeng.. puyeng tueenan ki sirahku.. moso kuliah wis arep mlebu eneh, tapi aku rung nemu bahasan nggo skrip-shit-ku. Piye iki?

Padahal konco-koncoku wis lumayan akeh sing lulus. Sing liane eneh wis siap karo skrip-shite.. nek aku piye iki nasibe. huuUuu..huUuuUuu…

Pancen aku ora patio tertarik karo hukum je. Dadi angel le nggolek bahasan. Rung mengko iseh mesti nggolek judul. Oalaaah kiamat iki uripku nang kampus. Iso dadi macan kampus ki..

Ket wingi wis njajal maring perpus, moco-moco buku, nggolek-nggolek berita ning koran. Tapi tetep wae ora olih ilham sing cemerlang. Asem teenan!!!

Yo wislah pasrah ae saiki. Mugo-mugo wae ono keajaiban, teko-teko iso oleh ide cemerlang nggo skrip-shit ku iki. Turu ah…

zzzZZzzZZzzzZZ…..ZZzzZZzzZzZZzzzzzZZz……

24 Agustus, 2008

Nyari Pilem

para pembaca yang budiman, salahkah saya bila berpikiran bahwa tidak selalu penjahat itu kalah dan jagoan itu menang? contoh kecilnya aja masalah korupsi. ga selalu koruptor yang sangad bajingan itu ketangkep. kalopun misalnya ketangkep pun, belum tentu hukumannya setimpal ama kerugian yang timbul. jadi wajar dung kalo gw berpikiran bahwa di dunia kehidupan nyata ini belum tentu kebenaran itu bakalan menang.

gimana kalo pilem? kalo gw yang agak sedikit seneng nonton pilem (DVD bajakan tentunya.. Hidup Barang Bajakan!!), merasa kok ya susah nyari pilem yang sesuai ama keadaan senyatanya itu ya? paling gw pernah nemuin pilem yang penjahatnya kaga kalah tu di pilem yang judulnya "Mr. Brooks". di pilem itu diceritakan ada orang yang punya 2 kehidupan. kehidupan normalnya sebagai kepala rumah tangga yang biasa aja dan juga jadi orang tenar karena mimpin perusahaan yang lumayan gede. tapi dia juga punya kehidupan laen yang berhubungan ama hobinya ngebunuh orang. nah di endingnya tuh tu orang kaga ketangkep bahkan kaga diketahui sebagai orang yang selama ini sering ngebunuh. nah gw tuh demen ama pilem-pilem yang realistis kaya begini. yang jagoannya kaga selalu menang ato tokoh antagonisnya kaga selalu kalah. tapi kok ya susah nyarinya ya? mungkin para pembaca yang rupawan ini bisa membantu saya memberikan rekomendasi pilem yang seperti ituh?

Nenek Hebat

ga kerasa bulan Ramadhan dah mau dateng lagi. kalo menurut kalender gratisan gw di kamar, tinggal 7 hari lagi. para pembaca yang budiman, tau kaga apa hubungannya bulan Ramadhan besok sama nenek gw? pasti pada kaga tau kan. kalo pun tau pasti itu cuma sok aja, iya kan....hehe

jadi hubungannya sederhana banget. nenek gw bakalan puasa di bulan ramadhan besok. dan ini menurut gw lumayan istimewa, kenapa? karena nenek gw lahirnya tanggal 9 september 1919, yang berarti taun ini usianya dah 89 tahun. tapi yah ini baru rencana beliau. tapi gw sih yakin nenek gw kalo ga ada halangan bakalan puasa di bulan Ramadhan besok. apa pasal? karena beberapa hari yang lalu aja pas gw maen ke rumah beliau di Purbalingga, beliau masih cukup kuat untuk puasa sunnah senin kamis. dan pas bulan Ramadhan kemarin nenek gw juga puasa, meskipun kaga full sebulan sih. tapi itu juga karena nenek gw sakit gara-gara kena musibah jatuh di kamar mandi.

nah ini juga jadi sedikit lecutan buat gw biar kaga bolong puasanya. kan malu kalo ampe kaga puasa, masa kalah ama nenek-nenek. padahal gw kan masih muda, tenaganya masih joss. hehe,, dan di samping itu kalo gw ampe kaga puasa juga malu ama ade gw. lha wong ade gw umur 7 tahun aja dah puasa ampe full sebulan. masa gw yang dah berumur ini kalah ama anak kecil.. hehe,,

tapi bukan berarti gw puasa itu cuma karena ga mau kalah ama 2 orang di atas, melainkan puasa itu kan ibadah wajib man. yah gw berarti harus en kudu melaksanakannya juga. dan harapan gw untuk puasa Ramadhan besok, gw bisa lebih baik lagi puasanya dari yang sudah-sudah. puasa yang kaga asal puasa, yang cuma nahan laper dari shubuh mpe maghrib. tapi juga mendapatkan inti dari puasa itu sendiri.

yah pokonya mah selamat datang bulan Ramadhan, dan mari kita sembut dengan riang gembira. setaun sekali lho!! hehe,,


21 Agustus, 2008

Perbuatan Cerdas atau Perbuatan Dosa?

Waktu itu gw lagi ngelas knalpot keropos motor gw di daerah kebon dalem (sumpah!! Yang ngelas bukan gw sendiri, tapi tukang yang menjual jasa pengelasan). Sambil nunggu tukangnya menyelesaikan tugas mulia tersebut di atas, gw jalan-jalan aja ke lapak vcd dan dvd bajakan yang ada di deket situ. Karena emang gw saat itu (dan sampai saat ini pun masih) lagi seneng ama dvd-dvd musik, jadinya gw beli 2 keping dvd musik. Pas nanya harganya, gw agak kesel karena bagi gw harganya lumayan mahal. Setelah keras berusaha buat nawar, akhirnya usaha itu sia-sia belaka. Penjualnya tetep aja teguh ama pendiriannya matok (emangnya ayam) harga segitu. Tapi karena gw tertarik banget ama tu 2 keping dvd, maka gw harus tega untuk memisahkan hubungan pertemanan selembar uang berwarna hijau dengan teman-temannya yang berada di dompet gw.

Setelah urusan di kebon dalem beres, gw buru-buru cabut dari situ. Kamar Kos-kosan terkasih jadi tempat tujuan gw berikutnya. Gw pengen buru-buru nonton apa yang udah gw beli tadi. Tapi alangkah terkejutnya gw ketika nyoba tu dvd. Ternyata salah satunya kaga bisa diputer di kompi kesayangan gw. Alamak!!! Udeh belinya agak jauh (mesti pake bensin), lumayan mahal pula, eeeh…kaga bisa diputer. Gimana kaga tambah dongkol coba? Emang sih kata yang jual kalo kaga bisa diputer tu dvd boleh dituker lagi. Tapi males aja gw mesti ke kebon dalem lagi. Baru aja gw pulang, masa mesti bertempur melawan sengatan sinar matahari lagi sih! Begitu yang ada di kepala gw saat itu (waktu menunjukkan pukul 13.07).

Akhirnya gw maksa temen kosan buat mengikhlaskan laptopnya gw jamah untuk beberapa menit. Gw coba aja tu dvd sialan di laptop temen gw. Dan ternyata bisa tayang sodara-sodara. Langsung aja seketika itu juga terbersit di kepala gw buat melakukan perbuatan yang cukup terkutuk bagi sebagian orang, yaitu membajak dvd tersebut. Rencana gw adalah: bajak tu dvd lalu pergi ke kebon dalem lagi buat nuker tu dvd ama dvd laennya..hehe kayanya para setan yang ada di deket gw langsung pada bersorak riang gembira dengan penuh gegap gempita tu setelah tau apa yang akan terjadi pada menit-menit berikutnya. Kejadian yang terjadi selanjutnya emang seperti apa yang udah tergambar di kepala gw itu tadi. Dan semua itu sedikit banyak (kaga konsisten banget yax) didorong ama perasaan kesel gw atas keteguhan hati si mas penjual mengenai harga yang harus gw tebus.

Sesampainya disana, dengan peluh yang masih belum kering dan mulai mengeluarkan aroma layaknya keringet pada umumnya, gw mengeluarkan kata-kata, “mas dvd-nya engga bisa diputer di komputer saya. Boleh dituker sama yang laen engga?”. Sumpeh deh, pas ngomong tu perasaan gw lumayan kaga tenang. Apalagi pas nunggu jawaban dari si mas penjual. Udah kaya nahan boker selama 10 jam!!(semoga gw kaga perlu mengalami kejadian naas seperti ini) Gelisah euy..hehe,, Dan kemudian keluar jawaban dari si penjual yang intinya membolehkan gw untuk nuker tu dvd. Huff!! Langsung lega gw. Kejadian berikutnya adalah gw milih dvd, dan setelah dapet dilanjutkan dengan mencoba sebentar (pas beli 2 dvd tadi, di kebon dalem lagi kena pemadaman bergilir jadi kaga bisa di coba di situ), trus balik ke kosan deh.

Nah ampe di kosan gw berhasil mengklasifikasikan perbuatan gw tadi di kebon dalem sebagai “perbuatan tidak jujur dengan metode perkataan yang jujur”. Apa alesannya? Karena tadi gw bilang,“dvd-nya engga bisa diputer di komputer saya”, dan itu emang perkataan yang jujur, yang sesuai dengan kenyataan. Tapi gw juga melakukan perbuatan yang tidak jujur, yaitu kaga bilang kalo tu dvd bisa diputer di laptop temen gw dan bahkan sempet gw bajak pula pake tu laptop. Lagian menurut gw semua itu juga ada faktor dari yang si penjual, dia ngambil untungnya hampir 100% (gw sempet nanya dimana dia ngambil tu barang dan gw tau kisaran harga disana). Gw merasa dirugikan aja.. tapi kemudian kalo dipikir lagi dan lagi, gw kaga untung juga. Lha wong bli dvd kosong (buat mbajaknya) aja abis 5rebu.

Jadi , semoga aja perbuatan gw ini bisa dimaafin (dimaafin kaga ya?) dan diampuni ama yang Maha Kuasa (kalo ini termasuk dosa). buat para pembaca, gw berpesan untuk tidak meniru perbuatan ini ya.. sumpah!!! Ini perbuatan yang kaga baek..

20agustus2008[03:36]

KHS datang, Pengecut berdatangan

Belon lama KHS dibagiin. KHS itu ada 4 lembar, yang warna putih, warna kuning, warna merah jambu, ama satu lagi warna ijo. Gw bukan mau ngebahas kenapa KHS pake warna-warna itu, kenapa bukan warna item aja, ato warna ungu, ato bahkan transparan. Sekali lagi tidak!! Bahkan kalo ada yang memaksa gw untuk membicarakan entang itu, pasti bakalan gw tolak mentah-mentah. Kenapa? Karena gw juga kaga ngerti masalah itu. biarkan itu menjadi salah satu misteri yang tak terselesaikan di kampus gw.

Oh iye, sebelumnya gw mo kasih tau kalo tulisan ini ditujukan buat orang-orang yang kuliahnya masih dibiayai ama ortunya, yang nasibnya sama seperti gw, masih bergantung ama ortu.

Balik lagi ke KHS sodara-sodara. Dari 4 lembar KHS itu, salah satunya adalah ditujukan kepada orang tua/wali mahasiswa (kuning). Dan biar tu KHS bisa nyampe ke rumah (ke tangan ortu kita), maka tugas kita yang ngambil KHS adalah nulis alamat rumah tempat dimana ortu kita tinggal. Nah masalahnya adalah banyak orang-orang yang menyelewengkan tugas mulia mereka sebagai penulis alamat rumah dengan cara menuliskan alamat yang lain entah alamat siapa. Intinya agar KHS tidak jatuh ke tangan ortu mereka. Biasanya hal ini didorong oleh nilai-nilai di KHS yang jauh dari apa yang namanya memuaskan. Orang-orang inilah yang gw sebut sebagai pengecut. Pengecut di sini bukan dimaksudkan sebagai sutradara, meskipun sutradara adalah orang yang sering memotong (cut) adegan para aktor ketika membuat film dengan kata-kata “cut!! Cut!! Cut!!” (pengecut bukan dibaca “penge-kat”).

Kenapa gw sebut pengecut? Karena mereka kuliah masih dibiayai oleh orang lain, sehingga seharusnya mereka berani mempertanggung jawabkan apa yang telah mereka lakukan kepada para penyandang dana tersebut. Para pemberi dana tersebut berhak tau atas hasil apa yang telah mereka korbankan (uang). Dan untuk mereka yang beralasan takut karena nilainya jelek, seharusnya berani berbuat ya berani bertanggung jawab dong. Nilai jelek kan pasti ada sebabnya. Ketika kita berusaha lari dari ini semua, maka gw bilang itu perbuatan pengecut. Selanjutnya kalo ortu marah pas tau nilai di KHS jelek, ya itulah konsekuensi yang harus kita terima dari pilihan kita. Karena nilai bagus atopun jelek merupakan sebuah pilihan yang masing-masing membawa konsekuensi sendiri-sendiri. bukankah hidup itu adalah penuh dengan pilihan-pilihan? Dan ketika kita memilih untuk terus bermain-main sehingga nilainya jelek, ya harus berani menerima konsekuensinya dong, bukan melarikan diri darinya.

Orang yang nilainya bagus itu emang hebat, tapi itu biasa. Tapi kalo orang yang nilainya jelek trus berani nanggung konsekuensinya dan kemudian bangkit merubahnya menjadi lebih baik, itu baru lebih hebat dan luar biasa.

Gw nulis beginian bukan karena nilai gw bagus-bagus. Tapi gw juga beberapa kali dapet nilai yang jelek. Bahkan nilai terendah pun udah pernah. Dan gw emang dimarahin, sampe sempet kesel juga. Namun kalo dipikir ya emang wajar, lha wong yang marahin itu adalah yang ngebiayain kuliah gw kok.

Maka dari itu, mulai sekarang “Ayo kita giat menabung!!” (lho kaga nyambung? Jaka sembung bawa goblok, kaga nyambung golok!)

Udeh ah, cape ngetiknya………...

20agustus2008[04:55]

20 Agustus, 2008

Cerpen Ngasal

dulu gw pernah beli buku yang judulnya "Creative Writing", karangannya A.S Laksana (kalo kaga salah, gw lupa-lupa inget). nah tu buku ngebahas cara-cara mudah untuk bikin cerita. selepas mengkhatamkan buku tersebut, gw nyoba bikin cerpen. nah inilah cerpen yang berhasil gw ciptakan. dan memang hasilnya menampakkan bahwa gw ini bukan pencerita ataupun penulis yang baik. hehe,, tapi yasudahlah, yang penting gw dah pernah bikin sesuatu hal meskipun hasilnya dudul sedudul dudulnya. jadi, selamat membaca!

Pada pagi hari yang jelita, yang cantik seperti miss universe. Terdapatlah dua sosok manusia mudamasakini yang sedang asik masyuk duduk berhadap-hadapan di sebuah pos ronda yang horor. Kenapa horror? Karena memang pos ronda itu berjudul ato lebih tepatnya bernama horror (kalo pade kagak pecaya, liat aja plangnya, ada tulisannya kok! Tulisannya tuh begini, “POS RONDA INI BERJUDUL HORROR”) Sambil diiringi kicauan merdu yang sangat membahana dari beberapa burung hidup (ya iya lah… nenek-nenek yang dah bongkok bau tanah yang lagi salto juga tau kalo tu burung masing idup. Mana ade burung dah mati masih bekicau. Ngawur ni yang nulis) yang bertengger di pohon nangka dekat pos ronda tersebut, mereka berdua saling bertatapan, dan kemudian percakapan terdengar dari sana. Kurang lebih, ini percakapannya:

Toing: kemaren lo tahun baruan di mane ris?

Doris: di rumah aja. Mang lo kemana?

Toing: maen.

Doris: maen kemana? Kayanya gw liat lo dah.

Toing: maen ke rumah lo. Kan kite tahun baruan bareng di rumah lo.

Doris: o iya, ya. Pantesan kayanya gw liat elo pas taun baruan.

Toing: ga papa kan lo?

Doris: gw? Iya, gw ga papa.

*satu jam kemudian*

Doris: (sambil ngupil) lo mao liat upil gw ga?

Toing: enggak.

Doris: yau dah, ni upil gw buang ya!

Toing: iye.

*satu jam kemudian*

toing: eh lo liat sandal gw ga? Tadi gw pake, sekarang kemana ya?

Doris: di bawa emak lo kali ke pasar?

Toing: enggak kok, gw yakin banget tadi tu sendal gw pake. Mana ya tu sendal. Ndaaaaallllll…. Di mana kamu?

Doris: sandal lo, sandal jepit warna merah merk swallow kan? Trus ada tulisan nama lo di sandal itu kan?

Toing: iye.. nah itu lo tau sandal gw. Lo tau ga di mana tu sendal?

Doris: itu sendalnya.

Toing: mana?

Doris: tuh di kaki lo. Kan lagi lo pake.

Toing: oh iye, kirain tadi dah gw lepas. Makasih ya ris! Gw utang budi banget nih ama lo.

Doris: iye, sama-sama dah…

(ketika percakapan ini terjadi, mata Toing ditutup dengan kain hitam)

*lima jam kemudian*

doris: ing, lo tau ga, tahun apa yang paling enak?

Toing: penting ya?

Doris: enggak sih.

Toing: kirain penting. Kalo ga penting, gw jawab deh.

Tahun yang paling enak…. Apa ya? Ooooooo….. tahun Sumedang ya?

Doris: bukan…

Toing: terus apa dong?

Doris: jawabannya tahun Sumedang.

Toing: oooooo,,,, tahun Sumedang toh.

Doris: lha kalo tahun yang paling gede apaan dong ing?

Toing: apaan ya? Yang paling gede? Eeeee…. Tahun isi Sumedang bukan?

Doris: bukan…

Toing: terus apaan dong tahun yang paling gede?

Doris: tahun yang paling gede tuh, tahun isi Sumedang.

Toing: kok tahun isi Sumedang?

Doris: ya iya lah…. Lha wong kota Sumedangnya aja dah se-gede itu, apalagi kalo ada tahun yang isinya Sumedang, pasti gede banget tuh tahun isi-nya.

Toing: tapi…….

Doris: ya ude, kalo lo kaga terime, gini aja deh.. wajan apa yang paling gede?

Toing: kok jadi wajan?

Doris: ya suka-suka gw donk.

Toing: wajan ya? Mmm……. Wajan emak lo ukurannya berape ris? Mungkin wajan emak lo kali yang paling gede.

Doris: sembarangan aje lo kalo ngemeng.. wajan emak gw mah ukurannya biasa aje. Yah kaya wajan pada umumnya lah……. Tau ga lo jawabannya?

Toing: kaga tau gw. Mang wajan yang paling gede tu wajan apaan?

Doris: wajan yang dipake buat ngegoreng tahun isi Sumedang tadi. Kan tahun isi sumedangnya dah gede banget tuh, nah apalagi wajan yang buat ngegorengnya,, pasti lebih gede lagi iya kan?

Toing: wah iya ya… kok lo pinter banget sih sekarang? Mang sekarang lo make celana dalem warna apa?

Doris: warna item. Mang lo pake yang warna apa?

Toing: warna biru.. pantesan ni ari lo pinter banget ris. Besok gw pake yang warna item dah, biar pinter.

Doris: yah, elo sih pake warna biru… jadi lo kaga bakal bisa jawab ptanyaan ini ne.. warung apa yang paling gede?

Toing: gw tau kalo itu mah.. gampang… jawabannya MoRo kan?

Doris: ye…. Sotoy…. Bukan MoRo jawabannya. Warung yang paling gede tuh, warungnya mak erot.

Toing: ko bisa?

Doris: soalnye Cuman warungnya mak Erot doang yang bikin en jualan tahun isi Sumedang. Tahun isi sumedangnye aje dah gede palagi warung tempat jualannya, pasti gede banget dah.

Ah bego lo….. dari tadi di tanyain kaga bisa jawab. Dasar bego!!!

Toing: ko lo ngatain gw bego sih? Ngajak berantem pa?

Doris: boleh,, ayoook berantem, mumpung celana dalem gw lagi warna item ne.

(dan kemudian mereka berdua berantem dengan seru, saling memukul, saling menendang, saling mencakar, saling menjambak, dan bahkan hingga saling menjilat dan membelai… sangat mesra pertarungannya, hingga tak terasa memakan waktu yang lama)

*lima jam kemudian*

toing: ris, udean yuk berantemnya (sambil membekap mulut doris)

doris: mmppphh………mmmmpppphhhh…….mmmppphhhh….

toing: ye… kalo di Tanya tuh mbok ya di jawab, malah ngomong ga jelas lagi (masih membekap mulut doris)

doris: mmmppphhhh……..mmpph……..mmmmmppppphhhhhh………

toing: ye… lama-lama ngeselin juga lo ye! (sambil mencubit paha doris, sehingga mulut doris tidak terbekap lagi)

doris: iyee……… udean aja … gw juga dah cape ne…

toing: tapi gw tau ada yang lebih cape dari kite.

Doris: sapa?

Toing: yang nulis.. tuh liat die ampe keringetan gitu. Kesian ye? Masih muda lagi!

Doris: iye, masih muda lagi! Kesian.

Yuk pulang……..

Toing: yuuuk………

(dan mereka pun pulang bersama-sama. Pulang kemanakah mereka? ~kata yang nulis: mana gw tau mereka pulang kemana, mereka ga pernah bilang ke gw. Jangan pade nuduh gw tau kemane mereka pulang donk! Seenaknye aja nuduh-nuduh. Tanya aja sendiri ma mereka kalo emang penasaran~ ya udeh, karena yang nulis juga ga tau kemana mereka pulang, jadi ga usah dipikirin mereka pulangnya kemana, lagian ga penting juga kalopun tau. Kecuali ada yang mau pulang ama mereka juga. Baru dah itu penting. Deh, yang jelas si doris ama si toing dah pulang. Terus gimana ne sekarang? Udean juga dah.

SEKIAN.


 
Template by suckmylolly.com - background image by elmer.0