18 Januari, 2009

Peraturan Bagi Sepeda Listrik



Apakah ada yang aneh dari spanduk tersebut?

Spanduknya sih kagak, cuman isi spanduknya yang menurut gue aneh.

“PENGGUNA SEPEDA LISTRIK WAJIB MENGGUNAKAN HELM, STNK, SIM, DAN MEMATUHI PERATURAN LALU-LINTAS”

make helm emang bagus buat keselamatan pengendara kendaraan di jalan raya, mematuhi peraturan lalu-lintas juga sudah menjadi kewajiban pemakai jalan raya. Tapi kalo pengguna sepeda listrik mesti dilengkapi STNK dan SIM, kok rasanya wagu ya?

Berarti sepedanya mesti pake plat nomor tuh.

Trus ini sama aja menyamakan sepeda listrik dengan sepeda motor dung. Apa iya dua benda itu sama?

Kalo di daerah lain ada peraturan kaya gini juga ga ya?


^gambar diambil di Jl. HR. Bunyamin Purwokerto Jawa Tengah. Deket gedung rektorat UNSOED. Gambar diambil tanggal 17 Januari 2009 dengan kamera hand phone SE K510i^

9 tanggapan:

Ikkyu_san mengatakan...

biarpun misalnya sepeda listriknya diganti sepeda motorpun kalimat itu aneh ya? Helm memang digunakan, tapi SIM , STNK itu kan dikantongin hehehhe.

sepeda listrik itu maksudnya sepeda yang bermesin ya? yang dibawah 25 cc (tidak termasuk sepeda motor). Udah ada di Indoensia? Hebat juga dong. Berapaan tuh? (sorry nanyanya banyak heheh)

Salam kenal, kayaknya saya pertama kali nulis komentar di sini ya?
(tuh kan nanya lagi heheheh)

EM

budiono darsono mengatakan...

sepeda listrik kok pakai STNK ya. Aneh bin ajaib banget.....!! (lagi gak kayak pinokio yg berhidung panjang)

omoshiroi mengatakan...

:::Ikkyu_san
iya sepeda yang ada mesinnya,,
kalok masalah cc-nya sama harganya, saia juga kurang tau deh..saia juga ndak punya kok,,
setau saya masuk ke Indonesia dah lumayan lama kok.

salam kenal juga bu!!
banyak nanya juga ndak apa-apa, kan banyak nanya banyak rejeki,,,hehe

:::budiono darsono
iya.. aneh.. mungkin di daerah lain ga ada peraturan macam ini..

CDMA EVDO Rev A mengatakan...

.
PULISI GOBLOK....!!!

Yusahrizal mengatakan...

Baru tau ada peraturan beginian.

Yang paling ambigu itu udah panjang lebar bilang masalah helm, SIM, STNK, ada tambahan lagi wajib mematuhi lalu lintas.

Anggap saja sepeda listrik dihitung sama dengan sepeda motor. Bagi pengendara motor pakai helm, lengkap dengan SIM dan STNK khan utk mematuhi lalu lintas. Kecuali tentu saja pakai helm, punya STNK dan SIM bukan termasuk peraturan lalu lintas wakakakakak....

omoshiroi mengatakan...

:::CDMA EVDO Rev A
sabar mbah mbel... sabar..
mungkin ini hanya ulah oknum..
wakakak,,

:::Yusahrizal
ga apa apa kalo baru tau, saia juga baru tau kok,,
mungkin itu kesalahan percetakan..
haha,,
jeli juga sampeyan,,lahirnya rebo pon ya?
hehe,,

Anonim mengatakan...

Kalo aku disana, spanduk itu sudah aku turunkan, sepeda listrik tidak perlu SIM, STNK, BPKB. Setelah diuji type oleh Dirjen Hubdar bahwa sepeda listrik dikatagorikan sebagai sepeda.
Aku punya suratnya, karena aku sudah dihubungi langsung oleh Sekjen MATTRIK (Masyarakat Transportasi Tenaga Listrik) waktu aku kirim somasi ke Polres Demak.

Anonim mengatakan...

tuliskan undang-undangnya, pasal dan ayat berapa.. Polisi kan tahu hukum, jadi harus ada dasar hukum.. Jangan asal ngancem, kaya freeman..

Benny Budiman mengatakan...

Lhaaaaaa kok pake SIM DAN STNK registrsinya bagaimana??? Hahahah....mengada ada, maklum obyekan baru buat Polisi. INDONESIA TANAH AIR BEEEETTTAAAAAA.....hadeuuuh

 
Template by suckmylolly.com - background image by elmer.0